Bantuan Logistik di Sembalun dan Sambelia Nyaris Terhenti

Advertisement

Selong (Suara NTB) – Korban gempa tektonik berkekuatan 6,4 skala richter (SR), Minggu, 29 Juli 2018 yang ada di Kecamatan Sambelia dan Sembalun mengeluhkan bantuan logistik yang nyaris terhenti. Pasalnya, ketersediaan stok ke dua wilayah itu mulai menipis, bahkan terhenti pascaterjadinya gempa susulan berkekuatan 7,0 SR yang memporak-porandakan Kabupaten Lombok Utara (KLU).

Kepada Suara NTB, Rabu, 8 Agustus 2018, Camat Sembalun, Usman, tidak menampik pendistribusian bantuan logistik maupun air bersih ke Sembalun nyaris terhenti setelah gempa berkekuatan 7,0 SR. Saat ini sudah tidak ada lagi donatur yang mendistribusikan bantuan baik ke posko utama yang ada di kantor Kecamatan Sembalun maupun posko di masing-masing desa. “Iya, bantuan ke sini (Sembalun, red) nyaris terhenti. Itu terjadi pasca gempa kedua 7,0 SR. Bantuan mengarah ke sana (KLU, red),” ujarnya.

Dalam hal ini, ia berharap korban gempa khususnya yang ada di Kecamatan Sembalun tidak dilupakan, terlebih kondisi rumah masyarakat di Kecamatan Sembalun semakin parah akibat gempa 7,0 SR tersebut. “Rumah-rumah semakin rusak parah, logistik di posko menipis,” terangnya.

Maka dari itu, selain dibutuhkannya ketersediaan logistik. Masyarakat juga membutuhkan terpal, tenda dan air bersih serta kebutuhan lainnya, karena kerusakan rumah warga mengalami peningkatan. Semua warga mengungsi dan masyarakat trauma. Di mana terjadinya gempa susulan membuat kondisi pemukiman warga di Kecamatan Sembalun semakin parah.

Dari dua desa yang sebelumnya mengalami kerusakan yang cukup parah, yakni Desa Sajang dan Desa Biloq Petung. Saat ini kerusakan terparah berada di Desa Sembalun Bumbung dengan kondisi kerusakan rumah sekitar 90 persen rusak berat.

“Semua masyarakat tidak berani berada di dalam rumah. Rata-rata semuanya mengungsi di tempat terbuka yang dianggap aman. Namun stok logistik sudah menipis. Persoalan itu sudah kita komunikasi bersama pemerintah daerah untuk bagaimana bantuan tetap didistribusikan,” ungkapnya.

Hal senada disampaikan Camat Sambelia, Zaitul Akmal, bantuan dari masyarakat maupun dari para relawan sudah tidak ada lagi yang datang mendistribusikan. Namun dari pemerintah melalui Dinas Sosial, Selasa kemarin mulai diturunkan berupa beras. “Dari pemerintah tetap ada didistribusikan. Dari masyarakat umum yang sama sekali sudah terhenti pasca gempa 7,0 SR itu,” ujarnya. (yon)

Disqus Comments Loading...

This website uses cookies.