Angin Kencang, Satu Kapal Cepat Terbalik di Gili Trawangan

Tanjung (Suara NTB) – Angin kencang yang melanda wilayah Lombok Utara, Kamis, 2 Agustus 2018 tidak hanya berdampak pada penutupan akses transportasi fast boat dari Bali ke Lombok Utara. Namun mengakibatkan salah satu boat publik bernama Agul Glass Bottom sempat oleng.

Beruntung boat sedang tertambat di dermaga Gili Trawangan. Meski oleng, dan setengah badan boat sudah tertelan air laut, namun boat itu masih mampu diangkat oleh warga secara bergotong royong. Warga terlihat menarik badan boat hingga ke tepi, sehingga boat itu berhasil ditambat di pinggir pantai Gili Trawangan.

Hingga berita ini ditulis, akses transportasi fastboat dari Benoa dan Padangbai – Bali menuju Pelabuhan Teluk Nara dan sebaliknya masih ditutup oleh pihak UPP Syahbandar Pelabuhan Bangsal Pemenang, Lombok Utara. Akses dinyatakan ditutup pada Kamis, 2 Agustus kemarin sekitar pukul 12.00 wita. Sebelumnya, akses pelabuhan Bangsal ke Bali juga ditutup pada tanggal 29 – 31 Juli.

“Tanggal 1 Agustus kemarin kita sempat buka sebentar, tetapi kita tutup lagi karena ombak di Selat Lombok cukup tinggi,” ujar Petugas Kepelabuhanan UPP Syahbandar Pelabuhan Bangsal, Mahdi, SE., kepada wartawan di ruang kerjanya.

Baca juga:  Gubernur NTB Keluarkan Status Siaga Darurat Bencana

Ia menjelaskan, berdasarkan rilis BMKG, tinggi ombak di selat Bali – Lombok antara 0,5 sampai 2,5 meter dengan kecepatan angin antara 10 sampai 25 knot. Situasi di perairan itu tidak memungkinkan bagi Syahbandar Bangsal Pemenang memberikan izin bagi fast boat mengangkut penumpang kembali ke Bali.

“Tadi (kemarin) pagi sekitar pukul 6 itu masih bisa nyeberang, pagi itu sekitar 3 unit fast boat kembali lagi ke Bali. Situasi akan terus kita pantau tiap 3 jam,” ucapnya.

Akibat penutupan akses kepelabuhanan itu, tidak sedikit wisatawan asing yang hendak kembali ke Bali melalui Pelabuhan Bangsal dan Teluk Nara harus mengalihkan jalur. Mereka dialihkan ke Lembar dan Bandara Internasional Lombok (BIL).

Pantauan koran ini, sejumlah wisatawan yang kembali dari 3 Gili ke Pelabuhan Bangsal harus menggunakan jasa angkutan bus. Hingga siang sekitar pukul 12.30 wita kemarin, masih ada 3 bus yang antre mengisi penumpang untuk diangkut ke Lembar dan BIL.

Mahdi menambahkan, wisatawan yang menggunakan jasa fast boat cukup banyak. Dalam keadaan normal, setiap harinya terdapat 28 unit fast boat yang mengangkut wisatawan dari dan menuju Lombok Utara. “Jika cuaca memungkinkan langsung kita kasih jalan, tetapi sampai siang ini tinggi gelombang lebih dari 1,5 meter sehingga kita stop karena sudah ada warning dari BMKG. Pelabuhan Padangbai pun menutup akses pelabuhan sampai tanggal 4 Agustus,” tandasnya.

Baca juga:  Waspadai Petir dan Angin Kencang di Malam Tahun Baru

Terpisah, Ketua Koperasi Karya Bahari (KKB), H. Sabarudin, di ruang kerjanya mengklaim boat publik yang melayani angkutan dari pelabuhan Bangsal menuju 3 Gili tidak terpengaruh oleh cuaca. Angin yang terjadi cukup kencang hanya berdampak pada tinggi gelombang bagian pinggir pantai. Sedangkan di tengah laut, ketinggian gelombang relatif aman dilalui.

“Kalau di tengah, (ombak) ndak besar hanya di pinggir saja. Jadi angkutan penumpang masih dilayani seperti biasa. Sejak imbauan dikeluarkan kita tetap beroperasi, kecuali fast boat memang dari kemarin tidak diperbolehkan,” ungkapnya.

Udin menyebut, pihaknya di KKB ikut memantau cuaca. Apabila tinggi gelombang dirasakan tidak memungkinkan untuk dilalui, maka boat publik juga tidak perkenankan untuk melintasi perairan.

“Akibat dari penutupan pelabuhan untuk fast boat, memang jumlah tamu menginap di 3 Gili berkurang. Tetapi setidaknya, wisatawan asing yang ke 3 gili  lewat Bangsal tetap ada, sekitar 100 orang setiap hari,” demikian Udin. (ari)