Warga Pesisir Pantai di Mataram Butuh Pemecah Gelombang

Mataram (Suara NTB) – Gelombang pasang yang mengakibatkan banjir rob di pesisir pantai di Kecamatan Sekarbela mengakibatkan banyak rumah warga terendam. Camat Sekarbela, Cahya Semudra membenarkan hal ini kerap terjadi. Ia merasa warga pesisir pantai membutuhkan alat pemecah gelombang agar hal serupa tidak terjadi lagi.

“Untuk pencegahan (banjir rob) secara permanen tentu membutuhkan biaya yang sangat besar. Salah satu yang sering kami usulkan adalah pembuatan pemecah ombak,” ujarnya di Mataram, Minggu, 29 Juli 2018. Selain pemecah gelombang, ia juga berharap ada bantuan berupa pembuatan jalan di pinggir pantau atau sunset road. Selain menjadi solusi untuk pencegahan banjir, juga dapat dimanfaatkan sebagai destinasi wisata. Namun hal ini hingga sekarang belum dapat telaksana.

“Jalan pinggir pantai yang direncanakan pemerintah pusat juga bisa menjadi salah satu solusi. Hanya saja hingga saat ini belum ada tanda-tanda pembangunannya,” ujarnya. Ia juga menyayangkan warganya yang membangun di pinggir pantai. Selain melanggar aturan, juga sangat berbahaya bagi keselamatan mereka. Sehingga warga diminta untuk membangun di lokasi yang agak jauh dari pantai.

“Namun yang pasti warga yang sering terdampak di pesisir kebanyakan warga yang membangun rumah di sempadan pantai, bukan pada lahan milik pribadi. Sudah sering kami imbau untuk tidak bermukim atau membangun rumah di sempadan pantai tersebut, karena sangat berbahaya,” ujarnya.

Di Kecamatan Sekarbela, ada dua lokasi paling rawan yakni lingkungan Mapak dan Bagek Kembar. Akibat banjir yang terjadi beberapa hari lalu, satu unit rumah warga mengalami kerusakan. Meski dianggap tidak membahayakan. Namun ia meminta warga agar tetap waspada. (lin)