Tunggakan JKI KIS Mandiri di Lotim Tembus Rp 21 Miliar

Selong (Suara NTB) –  Jumlah tunggakan iuran peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) Kartu Indonesia Sehat (KIS) dari jalur mandiri di Lombok Timur (Lotim) sudah menembus Rp 21 miliar lebih. Jumlah ini terus bertambah. Kondisi ini membuat pengeluaran dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Cabang Selong untuk Lotim ini mengalami ketimpangan.

Kepala Cabang BPJS Kesehatan Selong, dr. Gerry Adhikusuma mengaku sudah mengimbau kepada seluruh masyarakat agar mendaftar menjadi peserta tidak saat sedang sakit saja. “Kita imbau agar daftar selagi sehat dan membayar iuran sebelum tanggal 10 setiap bulannya,” pintanya.

Tampaknya, banyak yang menjadi peserta mandiri ini hanya sekali membayar setelah itu tidak membayar-bayar lagi. Disebut, tingkat pengeluarkan sudah mencapai 346 persen dari jumlah yang diterima BPJS Kesehatan. Menutupi pengeluaran ini, BPJS Kesehatan mendapat suntikan dari kantor cabang lain.

Jumlah dana yang diterima BPJS Kesehatan dari iuran bulanan ini sangat jauh timpangnya dibandingkan dengan jumlah klaim yang harus dibayar ke fasilitas-fasilitas kesehatan yang melakukan pelayanan kesehatan kepada para peserta JKN-KIS.
Sementara itu terlihat dari jumlah kepesertaan dari data BPJS Kesehatan Selong, dari 1.288.839 jiwa penduduk Lotim sudah jadi peserta JKN-KIS dari PBI dari APBN sebanyak 685.963 jiwa. PBI APBD dari Kabupaten Lotim sebanyak 9 ribu jiwa dan dari APBD Provinsi sebanyak 10.081 jiwa.

Sedangkan dari Non PBI, yakni Pekerja Penerima Upah (PPU) sebanyak 66.451 jiwa dan Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) sebanyak 78.560. Penjelasan dari dr. Gerry, tunggakan memang ada dari sejumlah perusahaan. Akan tetapi sebagian besar perusahaan ini cukup taat membayar iuran bulanan. “92 persen taat membayar dari perusahaan,” ungkapnya. (rus)