Cuaca Buruk, Kendaraan dan Penumpang Menumpuk di Pelabuhan Lembar

Giri Menang (Suara NTB) – Pelayanan penyebaran yang melayani lintasan Lembar (Lombok Barat)-Padangbai, (Bali) terganggu akibat cuaca ekstrem sejak beberapa hari terakhir. Cuaca buruk memaksa pelayanan di Pelabuhan Padangbai harus menggunakan sistem buka tutup yang berbuntut terjadi antrean panjang kendaraan dan penumpang.

Dampaknya pun sampai ke Pelabuhan Lembar. Akibat bongkar muat tidak lancar di Padangbai pelayanan penyeberangan di Pelabuhan Lembar tersendat. Antrean kendaraan dan penumpang pun tak terhindarkan. Bahkan antrean mengular 2-3 kilometer dari Pelabuhan Lembar hingga ke jalan raya.

Pantauan Kamis, 26 Juli 2018 kemarin, antrean kendaraan terjadi sejak pagi. Puluhan kendaraan terpaksa antre untuk menunggu masuk ke pelabuhan yang kondisinya dipadati kendaraan. Antrean kendaraan ini pun hingga mencapai 3 kilometer, mulai dari pintu masuk pelabuhan hingga depo LPG. Aparat yang turun melakukan penguraian pun melakukan rekayasa dengan mendahulukan kendaraan penumpang. Sedangkan truk besar yang kondisi kosong harus menunggu di jalan raya.

Di Pelabuhan Lembar, tampak pelataran parkir baik yang ada di dalam dan luar pelabuhan penuh. Kendaraan roda dua dan roda empat memadati parkir. Ratusan penumpang, termasuk pada turis asing juga memadati pelabuhan. Mereka menunggu pemberangkatan menuju ke Padangbai.

Menurut pengakuan salah seorang petugas kepolisian yang ditemui di lokasi, kemacetan terjadi sejak Selasa lalu menyusul adanya gangguan di Pelabuhan Padangbai. ‘’Sudah dua hari ini terjadi antrean karena ada gangguan di Padangbai,’’ jelas petugas kepolisian ini saat mengatur lalu lintas di jalur Lembar.

Menager Operasi PT ASDP (Persero),  Wildan Jazuli membenarkan pelayan penyeberangan mengalami gangguan akibat persoalan di Pelabuhan Padangbai. Di Padangbai, digunakan sistem buka tutup sehingga imbasnya pelayanan di Pelabuhan Lembar pun berpengaruh.

‘’Sistem pelayanan di Padangbai buka tutup mengingat cuaca buruk. Kita pun terkena imbas,’’ jelas Jazuli.

Diakui, akibat gangguan di Padangbai pelayanan penyebaran di Lembar terganggu sehingga antrean kendaraan dan penumpukan penumpang pun tak terhindarkan. Pihaknya sendiri menyiapkan langkah dengan menyediakan kapal untuk mengangkut penumpang jika perlu dilakukan ekstra trip.

Dikonfirmasi terpisah, pihak OPP Lembar, Nelson menyatakan bahwa jadwal pemberangkatan kapal berubah disebabkan gangguan di Pelabuhan Padangbai karena dermaga II tidak bisa digunakan akibat cuaca buruk.

Sementara jadwal pemberangkatan di Pelabuhan Lembar menunggu dan mengikuti jadwal dari Pelabuhan Padangbai. Akibat gangguan ini, jadwal pemberangkatan pun berkurang dari biasanya. Yang normal 16 trip per hari menjadi hanya 10-12 trip selama dua hari terakhir. Pemberangkatan kapal jelasnya molor dari biasanya 1 jam sekali menjadi 2 jam sekali.

Pihaknya terus berkoordinasi dengan semua pihak baik BMKG dan lainnya di Pelabuhan Lembar. Pihaknya memastikan ketika pemberangkatan kapal kondisi cuaca sudah dikoordinasikan dengan BMKG. Sejauh ini belum ada peringatan dari BMKG melarang pelayanan penyeberangan. ‘’Kita tetap jamin safety bagi penumpang. Karena itu kami terus koordinasi dengan semua stakeholder terkait termasuk BMKG soal informasi cuaca,’’jelas Nelson.

Melonjak 50 Persen

Sementara ratusan wisatawan mancanegara memadati Pelabuhan Lembar sejak beberapa hari terakhir, menyusul adanya imbuan BMKG yang melarang pelayanan kapal cepat. Para wisatawan pun terpaksa eksodus menyeberang melalui Pelabuhan Lembar. Akibat limpahan wisatawan itu, terjadi lonjakan penumpang hingga 50 persen lebih di Pelabuhan Lembar. Pada hari biasa penumpang hanya berkisar 300 orang, melonjak menjadi 750 orang lebih.

Pantauan di Pelabuhan Lembar,  wisatawan tampak memadati loket pemnjaualn tiket. Mereka antre menunggu kapal yang datang akan mengangkut mereka ke Bali. Tempat yang disediakan oleh pihak pelabuhan pun tak mampu menampung penumpang. (her)