Pemkot Mataram Belum Sanggup Atasi Kemacetan Lalin di Pasar Tradisional

Mataram (Suara NTB) – Kemacetan lalu lintas (lalin) yang terjadi di setiap pasar tradisional di Kota Mataram hampir tiap hari dikeluhkan warga. Kepala Dinas Perbuhungan Kota Mataram, Drs. H. Khalid mengakui bahwa pihaknya belum mampu mengurai kemacetan itu. Disebabkan masih kurangnya personel yang bertugas di masing-masing pasar.

“Itu karena personel kita tidak bisa hanya diam di satu titik saja. Makanya gantian, sekarang di pasar A, besok di pasar B. Belum lagi mereka mesti urai kemacetan di titik rawan pagi dan rawan sore,” ujarnya, di Mataram, Sabtu, 21 Juli 2018.

Ia mengatakan bahwa saat ini hanya ada empat kelompok petugas yang mengurai kemacetan jalan di Kota Mataram. Masing-masing kelompok terdiri dari 10 orang. Artinya hanya ada 40 orang petugas yang disiagakan untuk mengurai kemacetan di titik-titik keramaian di Kota Mataram.

Baca juga:  Polisi Telusuri Ratusan Motor Tanpa Surat Lengkap

“Personel yang terbatas inilah yang membuat kita tidak bisa mengurai kemacetan secara permanen. Karena pasar di Mataram ini banyak, jadi gantian. Belum rawan pagi, orang berangkat kerja. Belum rawan siang, anak pulang sekolah, ada lagi rawan sore orang pulang kerja,” ujarnya.

Ia mengaku selalu

berkoordinasi dengan polisi lalu lintas di Mataram. Hanya saja, keterbatasan personel juga membuat Polantas tidak selalu bisa membantu mengurai kemacetan di setiap pasar atau titik rawan.

“Koordinasi kita dengan Polantas cukup baik. Tapi mereka juga terbatas personelnya. Makanya sekarang kita sedang berusaha untuk mencari jalan keluar untuk urai kemacetan jalan ini,” ujarnya.

Pihaknya akan memasang CCTV di lima titik jalan yang dianggap sering mengalami kemacetan. Kemungkinan, kedepannya juga akan ditambah hingga ke pasar-pasar. Namun sejauh ini belum dilakukan. Pemasangan CCTV itu baru dilakukan di satu perempatan saja, yaitu di perempatan Jalan Langko.

Baca juga:  Polisi Telusuri Ratusan Motor Tanpa Surat Lengkap

“Itulah yang menjadi salah satu solusi barangkali. Tapi ini bertahap. Karena kita baru dapat bantuan dari pusat untuk lima titik saja dipasang CCTV. Kedepannya mungkin bisa kita perbanyak,” ujarnya.

Ia berharap pemasangan CCTV itu dapat mengurai kemacetan jalan. Sebab semua akan terpantau. Jika ada indikasi kemacetan jalan, maka pihaknya akan segera mengambil tindakan dengan berkoordinasi dengan Polantas setempat.

“Ini salah satu solusi, soal kemacetan ini memang menjadi perhatian kami. Apalagi dengan semakin banyaknya volume kendaraan saat ini,” ujarnya. (lin)