Sekolah di Mataram Diduga Masih Jual Seragam

Mataram (Suara NTB) – Praktik jual – beli seragam diduga masih marak terjadi di sekolah. Padahal, Dinas Pendidikan Kota Mataram sudah mengeluarkan edaran melarang praktik tersebut. Orangtua siswa GN menuturkan, seragam sekolah anaknya dibeli di sekolah. Itu meliputi seragam putih – biru, pramuka, pakaian olahraga dan baju muslim.

“Kalau jumlahnya saya ndak tahu. Karena, istri yang bayar ke sekolah,” kata dia, Selasa, 17 Juli 2018. GN menyekolahkan anaknya sesuai zonasi di salah satu sekolah menengah di Kelurahan Pagutan Barat. Terkait seragam gratis oleh pemerintah, ia tidak mengetahui pasti. “Pakaian sudah jadi semua, bukan kain,” ujarnya.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Mataram,  H. Sudenom menegaskan, surat edaran sudah disampaikan ke masing – masing sekolah. Ini sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan Nomor 17 Tahun 2016. Kembali ditegaskan Sudenom, sekolah dilarang menjual seragam. Dan, memberi keleluasaan orangtua siswa untuk membeli seragam di mana saja.

Baca juga:  Gandeng Telkomsel, Amman Mineral Persiapkan 500-an Pelajar KSB Era Industri 4.0

“Sudah kita berikan surat edaran,” tegasnya.

Dalih jual beli seragam oleh koperasi tidak dibenarkan oleh Sudenom. Hal itu sama saja, sebab yang mengelola adalah sekolah. “Koperasi cuma pelindung saja,” tegasnya. Sudenom berjanji akan mengevaluasi jika benar menemukan indikasi pelanggaran tersebut.

Bagaimana pengadaan seragam yang pagunya Rp2,8 miliar? Tender ini sudah selesai. Rekanan telah mendistribusikan. Dinas Pendidikan menyalurkan pakaian sesuai data diterima dari sekolah.

Baca juga:  Gandeng Telkomsel, Amman Mineral Persiapkan 500-an Pelajar KSB Era Industri 4.0

Ombudsman NTB juga menemukan indikasi jual beli seragam di sekolah. Setelah dicek pembelian seragam itu jadi prosedur yang diterapkan oleh sekolah. Pembelian seragam jadi kewajiban bagi siswa baru.

“Ini tidak ada ruang bagi orangtua membeli seragam di tempat lain,” kata Asisten Bidang Pelaporan Ombudsman RI Perwakilan NTB, Sahabuddin.

Pemkot Mataram memberikan pakaian seragam gratis merah putih untuk siswa SD dan putih -biru untuk SMP. Faktanya di lapangan informasi ini tidak sampai ke masyarakat secara luas. Ombudsman kata Sahabuddin, akan meluruskan agar masyarakat mendapatkan haknya. (cem)