Pelabuhan Kapal Pesiar Gili Mas Ditargetkan Beroperasi 2019

Giri Menang (Suara NTB) – Tingginya tren kunjungan kapal pesiar internasional dengan membawa ribuan wisatawan ke Nusa Tenggara Barat (NTB) khususnya Pulau Lombok perlu diimbangi dengan infrastruktur yang memadai. Memenuhi kebutuhan tersebut, PT. Pelindo III (Persero) Cabang Lembar mengembangkan Pelabuhan Lembar yang ada di Kabupaten Lombok Barat (Lobar) dengan membangun Terminal kapal pesiar Gili Mas. Keberadaan pelabuhan kapal pesiar yang ditargetkan beroperasi tahun 2019 tersebut menunjang kemajuan pariwisata Lombok.

“Terminal Gili Mas dibangun sebagai pengembangan Pelabuhan Lembar dapat menandakan bahwa perekonomian wilayah NTB mengalami tren pertumbuhan positif dan menjadi gerbang pariwisata internasional yang modern bagi Pulau Lombok khususnya,” kata CEO Pelindo III I Gusti Ngurah Ashkara Dana Diputra saat groundbreaking Terminal Gili Mas, Kamis, 5 Juli 2018.

Groundbreaking ditandai dengan penekanan bel oleh CEO Pelindo III I Gusti Ngurah Ashkara Dana Diputra, Asisten Bidang Adminisitrasi Umum dan Kesra Setda Lobar H. Fathurrahim, Kepala Dinas Perhubungan NTB Lalu Bayu Windia, Kepala Dinas Pariwisata NTB H. Lalu Moh. Faozal. Nilai investasi bertahap dari pengembangan terminal multifungsi untuk layanan kapal pesiar dan kapal peti kemas ini mencapai Rp 1,3 triliun. Dermaga yang akan dibangun sepanjang 440 meter dan tebar 26 meter dengan kedalaman kolam pelabuhan mencapai-14 mLWS.

I Gusti

Ngurah Ashkara Dana Diputra atau yang biasa disapa Ari Askhara ini menjelaskan, dengan dimensi tersebut Terminal Gili Mas akan siap untuk disandari cruise dengan panjang badan kapal mencapai 400 meter yang mampu membawa hingga 4.000 penumpang dan bisa juga untuk dua cruise sekaligus berukuran lebih kecil. Sedangkan terminal penumpang, Modern Gili Mas memiliki kapasitas sekitar 1.500 orang. Untuk diketahui, Berdasarkan survei perilaku wisatawan mancanegara yang dilansir oleh Bank Indonesia, rata-rata total pengeluaran mereka mencapai 125.93 Dolar AS atau sekitar Rp 1.76 juta (dengan kurs Rp. 14.000/dolar AS) per hari.

Di tempat berbeda, Kepala Bagian Humas dan Protokol Setda Lombok Barat, H. Saeful Ahkam mengapresiasi pembangunan Terminal Gili Mas di Pelabuhan Lembar. Menurutnya, pengembangan Pelabuhan Lembar ini akan menciptakan banyak manfaat positif bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat dan juga menjadi langkah mensukseskan Nawacita Pemerintahan Presiden Jokowi menjadikan Indonesia sebagai poros maritim melalui tol laut. “Kami sangat mendukung sekali. Ini juga jadi langkah mewujudkan salah satu program prioritas Presiden Jokowi yakni program tol laut yang bertujuan untuk menghubungkan pelabuhan-pelabuhan besar di Nusantara,” kata Akhkam.

Program tol laut sudah ada sejak 2015 dan merupakan bagian dari program nasional yang dicanangkan oleh Presiden Jokowi untuk mengurangi kesenjangan (disparitas) harga yang cukup tinggi antara wilayah Indonesia Barat dan Indonesia Timur. (her)