Diduga Hina Keluarga Mantan Pjs Bupati, Oknum Pejabat di Disnakeswan Lotim Dipolisikan

Advertisement

Selong (Suara NTB) – Oknum pejabat di Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Kabupaten Lotim, SH harus berhadapan dengan hukum. Hal itu dikarenakan, SH diduga menghina keluarga besar mantan Pejabat Sementara (Pjs) Bupati Lotim, H. Ahsanul Khalik.

SH dilaporkan ke aparat kepolisian Polres Lotim pada tanggal 12 Juni 2018 atau satu hari setelah ujaran penghinaan itu dilontarkan oleh yang bersangkutan tanggal 11 Juni 2018. Ia dilaporkan oleh kakak tertua dari mantan Pjs Bupati Lotim, yakni Haerul Ikhsan yang juga Kepala Desa Masbagik Utara Baru.

Kuasa Hukum mantan Pjs Bupati Lotim, Eko Rahady, SH, kepada Suara NTB, Selasa, 3 Juli 2018 , mengaku, oknum pejabat tersebut mengatakan jika semua keluarga mantan Pjs Bupati Lotim sebagai orang pelit. Itu diungkapkan pada sebuah rapat di dalam ruangannya di Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Lotim yang didengarkan langsung sejumlah karyawan.

Salah satunya yakni keluarga mantan Pjs Bupati Lotim yang menjabat kepala seksi. Kepala seksi ini adalah misan atau keluarga besar dari Pjs Bupati, sehingga kemudian apa yang disampaikan oleh oknum pimpinannya itu disampaikan terhadap keluarga besar Pjs untuk selanjutnya dilaporkan ke aparat kepolisian.

Eko Rahady, menuturkan, awal mula kejadian itu yakni oknum Kabid mengajukan dana bantuan sosial (bansos) yang tidak berani ditandatangani oleh Ahsanul Khalik yang ketika itu menjabat sebagai Pjs bupati Lotim. Kemudian oknum kabid itu kesal dan melampiaskannya dengan menghina keluarga Pjs bupati pada saat itu. “Kalau secara kedinasan, pak Ahsanul Khalik menilai tidak menjadi masalah. Tapi ini masalah kehormatan dan atau orang tuanya yang sudah meninggal dihina,” ungkapnya.

Dengan demikian Eko beserta keluarga besar mantan Pjs bupati Lotim berharap, dengan kejadian ini merupakan suatu pembelajaran bagi para pejabat agar tidak melontarkan kata yang berbau penghinaan terhadap atasannya. “Laporannya sudah masuk, kita kawal terus kasus ini hingga tuntas,” tegasnya.

Sementara, Kabid Peternakan pada Disnakeswan Lotim, Syamsuri Hamzan, membantah melontarkan kata-kata penghinaan terhadap keluarga Pjs Bupati yang pada saat itu merupakan atasannya. Ia bahkan meminta kepada oknum yang membuat isu itu untuk menunjukkan bukti jika dirinya melakukan penghinaan. Terlebih, katanya, pada saat itu ia sedang dalam kondisi berduka. “Masya Allah, mana mungkin saya mengatakan demikian,” bantahnya.

Kendati kata-kata itu tidak pernah diungkapkannya, Syamsuri Hamzan sudah datang langsung ke keluarga mantan Pjs Bupati Lotim untuk mengklarifikasi dan meminta maaf. Ia berharap, persoalan itu dapat diselesaikan secara baik tanpa harus masuk ke ranah hukum. Kalaupun berlanjut diproses hukum, ia bersedia memenuhi panggilan penyidikan untuk memberikan keterangan dan mengklarifikasi semuanya bahwa penghinaan itu tidak pernah dilakukannya. (yon)

Disqus Comments Loading...

This website uses cookies.