83 Pejabat di Pemkot Mataram Dimutasi

Mataram (Suara NTB) – Pemkot Mataram, Jumat, 8 Juni 2018 sore,  memutasi 83 pejabat eselon III dan IV dan satu pejabat fungsional. Mutasi kali ini, sifatnya pengisian setelah sejumlah posisi sebelumnya lowong dan sebagian dipromosi serta pengukuhan.

Pejabat yang dikukuhkan adalah Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Drs. Cokorda Sudira Muliarsa. Cokorda dikukuhkan karena perubahan struktur dan atau penambahan bidang. Sementara, drg. Hj. Ilin Yuliani diperbantukan sebagai Kepala Puskesmas Ampenan. Pejabat eselon III dan IV lainnya mendapat promosi dan sebagian dikukuhkan.

Plt Walikota Mataram, H. Mohan Roliskana menyampaikan, mutasi dan pengukuhan pejabat eselon II,III dan IV serta pejabat fungsional akibat perubahan struktur dan pergeseran jabatan struktural.

Baca juga:  Sejumlah OPD di Kota Mataram akan Dirombak

Pelantikan kali ini, Mohan berpesan bahwa pejabat yang dilantik khususnya eselon III dan IV yang merupakan lapisan kedua pelaksanaan organisasi memberikan dukungan baik pada pimpinan supaya harmonisasi terpelihara. “Kasi dan Kabid beri support bagi kepala dinas,” kata Mohan.

Ditambahkan, sejumlah peristiwa di Kota Mataram dinilai cukup menjadi pelajaran. Kemudian persoalan dihadapi diminta lebih sungguh mentaati aturan. Apalagi pejabat – pejabat telah menandatangani pakta integritas yang menjadi komitmen moral.

Mohan yang juga Wakil Walikota menjelaskan, PP Nomor 11 tahun 2017 tentang manajemen pegawai negeri sipil. Sanksi tindak pidana kejahatan terkait jabatan luar biasa sanksinya. Pemberhentian tidak hormat yang merusak kelembagaan seperti korupsi dan pungli tak ada toleransi.

Baca juga:  Pekan Ini, Pansel Tentukan Tiga Besar Calon Sekda NTB

“Banyak tempat lain seperti itu. Terlepas dari rasa kemanusian begitu lama menjabat dan diberhentikan secara tidak hormat. Oleh karena itu, ia meminta seluruh pejabat tidak saja dilihat dari aspek kompetensi teknis dan manajerial. Tetapi kemampuan perilaku harus diimbangi dengan moral yang baik.

“Bukan sekadar memimpin staf, tapi memberi tauladan bagi staf,” ujarnya. (cem)