Inspektorat Telusuri Modus Baru Pungli di Pelayanan Publik

Advertisement

Mataram (Suara NTB) – Gencarnya tim saber pungli (pungutan liar) melakukan pencegahan, tak menghentikan praktik ilegal tersebut. Baru – baru ini petugas keamanan Pasar Kebon Roek terjaring operasi tangkap tangan (OTT). Ada indikasi menggunakan modus baru oleh pelaku dengan pelibatan orang lain. Inspektorat akan mendalami kasus tersebut.

Inspektur Inspektorat Kota Mataram, Ir. H. Makbul Ma’shum, Senin, 4 Juni 2018 mengungkapkan, selama ini yang dikhawatirkan adalah petugas juru pungut. Faktanya, petugas keamanan justru melakukan pungutan liar ke pedagang. Artinya, ada modus dilakukan oleh pelaku dengan melibatkan orang lain untuk menjalankan aksinya.

Menurut Makbul, tak menutup kemungkinan modus ini berkembang di sektor lain, sehingga akan segera didalami atau telusuri.

“Mungkin saya akan memperbanyak menggali informasi dari tim,” jawab Makbul.

Pencegahan terhadap praktik ilegal itu telah banyak diperbuat oleh Inspektorat selaku tim Saber Pungli. Pihaknya sosialisasi ke sekolah dan pasar. Hal ini dimaksudkan agar petugas pada sektor pelayanan publik memahami.

Makbul enggan berspekulasi bahwa kerja keras tim selama ini tidak berhasil. Pelaku yang terlibat hanya segelintir orang.

“Iya, kita positif thinking saja berupa turun ke lapangan,” katanya.

Kasus petugas pasar terjaring OTT oleh tim saber pungli sebelumnya terjadi di Pasar Sayang – Sayang. Kepala Pasar Sayang – Sayang ditetapkan sebagai tersangka oleh aparat kepolisian. (cem)

Disqus Comments Loading...

This website uses cookies.