Mohan Optimis Angka Kemiskinan di Mataram Bisa Turun

Mataram (Suara NTB) – Pelaksana Tugas Walikota Mataram, H. Mohan Roliskana, mendukung langkah atau pendekatan yang dilakukan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis. Untuk melakukan validasi dan verifikasi data penduduk miskin. Penanganan secara masif diyakini mampu mengurangi kemiskinan hingga satu persen.

“Kami yakin bisa mencapai itu. Mudah – mudahan trennya membaik,” kata Mohan ditemui, Senin, 21 Mei 2018. Pendataan kembali penduduk miskin berjumlah 9,55 persen atau 43 ribu kepala keluarga. Itu menjadi dasar pemerintah mengukur capaian. Selama ini diklaim bahwa, tren penurunan angka kemiskinan menunjukkan hal positif.

Menurutnya, apa yang dilakukan Bappeda bersama instansi teknis dalam rangka menemukan pola yang tepat. Pemerintah merumuskan bentuk yang tepat untuk melakukan intervensi. Apakah difokuskan pada tingkat kedalaman dan keparahan. Agar lebih konkret intervensi penganggaran dalam tiap klaster.

Baca juga:  Satu Tahun Zul-Rohmi, Pemprov NTB Bagikan KIAP untuk Yatim Piatu

“Kita penurunan signifikan itu di tahun 2012 – 2014,” sebutnya.

Setelah itu kata dia, justru penurunan cenderung melambat. Artinya, tetap ada penurunan tapi di bawah angka satu persen. Melihat kondisi saat ini, tambah Mohan yang juga Wakil Walikota Mataram, di ujung tahun 2018 ada rasa pesimis bahwa penurunan penduduk kemiskinan relatif kecil.

Yang paling penting menurut dia, Pemkot Mataram tetap memiliki kebijakan penganggaran yang memadai untuk menurunkan tingkat kemiskinan. Meksipun, prosesnya masih butuh pola pendekatan konkret dan terukur dampak dari setiap anggaran penurunan kemiskinan. “Okelah, ndak apa – apa saya sebut. Kantong kemiskinan itu ada di Kecamatan Sekarbela dan Sandubaya,” sebutnya.

Secara konkret kawasan jadi kantong kemiskinan tidak bisa diintervensi secara parsial. Tapi secara universal yang dibagi dalam empat klaster kegiatan. Empat klaster ini berjalan sesuai tahun anggaran. Dan, sebarannya hampir di setiap OPD.

Baca juga:  Kemiskinan di Kota Mataram Meningkat

Penanganan penduduk miskin tidak saja melalui dana APBD. Ada juga program lain yang diintervensi melalui program kementerian. Walaupun tidak spesifik menangani itu, tapi difokuskan pada tingkat kekumuhan. “Misalnya, kita dapat program dari Kotaku Rp25 miliar. Ini ada kaitannya dengan tingkat kemiskinan,” tambahnya.

Melihat tren penurunan angka kemiskinan melambat. Sedangkan, di RPJMD Kota Mataram 2016-2021 ada target penduduk miskin tersisa 5,5 persen. Apakah ini bisa tercapai diakhir jabatan nanti?  Mohan menegaskan, secara kebijakan politis akan mengawal hal tersebut. Dengan harapan tren meningkat penurunan angka kemiskinan di Mataram. (cem)