Mataram Butuh Tambahan Truk Sampah

Mataram (Suara NTB) – Permasalahan sampah tidak lagi di hilir. Armada yang ada saat ini hanya mampu mengurai 85 persen dari total produksi sampah warga Kota Mataram. Agar penanganan maksimal, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) berharap ada penambahan 10 atau 15 armada.

Menurut Kepala DLH Kota Mataram, Irwan Rahadi dikonfirmasi, Jumat, 18 Mei 2018 bahwa wacana pengadaan satu truk untuk satu lingkungan sesuai arahan Dewan dinilai sangat positif. Tetapi ini akan dikembalikan dengan kemampuan penganggaran apakah memungkinkan atau tidak.

“Kalau ada wacana begitu. Iya, kita berterima kasih sekali,” katanya.

Selama ini, pengaturan kendaraan pengangkut sampah menggunakan sistem zonasi sudah cukup efektif. Ada beberapa titik yang menggunakan dump truck dan amrol. Dengan ketersediaan armada pihaknya memaksimalkan paling tidak dua atau tiga kali rotasi dalam sehari.

Baca juga:  Mulai Membusuk, Tumpukan Sampah Sejumlah TPS di Kota Mataram Dikeluhkan Warga

Walaupun beberapa kendaraan kondisinya tak memungkinkan tapi tetap dipaksa untuk memaksimalkan sampah terbuang langsung ke TPA.

Diakui Irwan, selama ini sampah harus mengendap dua – tiga hari di depo. Ini yang sering memunculkan persoalan.

“Kalau satu kelurahan satu truk, maka selesai semua

persoalan,” pungkasnya. Mantan Camat Selaparang ini tidak mau muluk – muluk. Seandainya ada penambahan 15 armada baik truk sampah dan amrol dipastikan dapat menyelesaikan masalah sampah di Kota Mataram.

Diberikan gambaran bahwa dengan ketersedian armada saat ini, mampu mengangkut 300-350 ton per hari. Belum termasuk yang tersisa di depo Lawata, Karang Pule, Sandubaya dan Karang Baru.

Baca juga:  Pemadaman Habiskan Rp750, Kebakaran TPA Kebon Kongok Jadi Pembelajaran

Jika diestimasi sekitar 15 persen sampah mengendap. Sampah yang mengendap di depo akan tertangani bilamana ada penambahan armada. “Regulasi dari lingkungan berjalan bagus,” tambahnya.

Artinya, jika efektivitas anggaran memungkinkan pengadaan armada bisa difokuskan untuk penanganan di depo dan penyisiran sampah.

Dikonfirmasi sebelumnya, Ketua Komisi III DPRD Kota Mataram, I Gde Wiska S.Pt., menyampaikan selama ini persoalan dihadapi oleh dinas teknis dalam penanganan sampah yakni keluhan armada.

Kekurangan armada ini tak maksimal menangani sampah, sehingga terjadi penumpukan di depo dan TPS. Untuk itu, ia mendorong agar satu lingkungan disediakan satu truk sampah. Agar kendaraan roda tiga tidak  lagi membuang sampah ke TPS, melainkan langsung ke truk pengangkut sampah. (cem)