BM Ahyar-Mori Kutuk Aksi Teror

0
30

Mataram (Suara NTB) – Aksi teror yang semakin marak akhir akhir ini menunjukkan bahwa terorisme belum hilang di republik ini. Ada pergeseran tempat kejadian atau sasaran aksi teror, yang semula banyak di tempat tempat ibadah, atau tempat umum, kini menyasar kantor kantor polisi.

Kantor Brimob, Mapolresta Surabaya dan terakhir pagi tadi, di Mapolda Riau. “Polisi sebagai aparat yang bersenjata saja dilawan, apalagi masyarakat sipil,” ujar Koordinator Barisan Muda (BM) Ahyar-Mori, D.A. Malik, SH.

Melihat merembetnya aksi ini ke daerah lain, D. A. Malik pun memaklumi kekhawatiran banyak pihak lainnya yang merasa kejadian serupa bisa saja menimpa daerah kita di NTB. “Hari ini boleh terjadi di tempat lainnya, jangan jangan nanti di kampung kita,” ujarnya.

Terlebih, dalam dua bulan kedepan, Provinsi NTB akan melaksanakan Pilkada. Ia menegaskan, Pilkada adalah sebuah proses politik yang sarat dengan kepentingan. “Tentunya dalam situasi seperti itu, aparat dan warga masyarakat perlu bersama-sama menciptakan rasa aman sehingga Pilkada bisa berjalan secara demokratis,” ujarnya.

Untuk itulah, D. A. Malik dan rekan-rekannya yang tergabung dalam Barisan Muda Ahyar-Mori, menyatakan sikap :

Pertama, mengutuk keras segala bentuk tindakan terorisme. Baik di Surabaya, Riau dan tempat lainnya. Karena terorisme adalah tindakan yang menyalahi aturan agama dan hukum positif kita. Dan merupakan kejahatan kemanusiaan.

Kedua, mendukung Kepolisian Republik Indonesia di bawah pimpinan Jenderal Tito Karnavian, untuk mengusut dalang di balik aksi teror, membongkar sel dan jaringan terorisme serta menghukum dengan hukuman seberat-beratnya.

Ketiga, meminta kepada Kapolda NTB dan jajarannya untuk melakukan langkah-langkah mitigatif dan preventif guna mencegah terjadinya aksi teror susulan di wilayah hukum NTB sehingga warga merasa ada jaminan keamanan dan kenyamanan beraktivitas. Apalagi menjelang bulan Ramadhan.

Keempat, menghimbau kepada seluruh warga NTB untuk tetap tenang, ikut serta menjaga kondusivitas NTB. (tim)