Bupati KLU Rotasi 10 Pejabat

Advertisement

Tanjung (Suara NTB) – Bupati Kabupaten Lombok Utara (KLU), Dr. H. Najmul Akhyar, SH. MH., kembali menggeser posisi para pejabat lingkup Pemda KLU. Selasa (8/5), sebanyak 10 ASN dirotasi, terdiri dari 4 pejabat eselon III dan 6 pejabat eselon IV.

Pengambilan sumpah dan pelantikan digelar di Aula Sekda Lombok Utara, pada pukul 08.00 wita. Mereka yang dirotasi antara lain, Kabag Pemerintahan Setda Lombok Utara, Tresnahadi, SP., dengan jabatan baru sebagai Sekretaris Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil. Sebaliknya, mantan Sekdis Dukcapil, H. Rubain, dipercaya menggantikan posisi Tresnahadi. Dua nama eselon III lainnya juga bertukar tempat, yakni H. Haris Nurdin yang sebelumnya menjabat sebagai Kabag Umum Setda Lombok Utara menggantikan Sekretaris Dinas Perindagkop dan UMKM KLU, Denda Dewi Tresni Budiastuti, SE. Selanjutnya Denda Dewi mengisi posisi sebagai Kabag Umum Setda KLU.

Bupati juga mengisi kekosongan Kepala Bidang Perikanan Tangkap pada Dinas Perhubungan, Kelautan dan Perikanan, di mana jabatan diserahkan kepada Subhan, yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Bidang Pencemaran Lingkungan – Dinas LH PKP. Sedangkan posisi Kabid Pencemaran Lingkungan diserahkan kepada I Nengah Pasta yang notabene memperoleh promosi pada kesempatan ini.

Usai melantik ASN, Najmul Akhyar mengungkapkan rotasi ASN wajar dilakukan di sebuah pemerintahan. Dikarenakan adanya kekosongan jabatan akibat adanya pejabat yang pensiun maupun mengundurkan diri. “Pergantian ini merupakan dinamika suatu pemerintahan sekaligus untuk merefresh organisasi dan biasa dilakukan. Kita harus membangun mindset, mutasi itu bukan hukuman,” ujarnya.

Najmul menegaskan, pergeseran jabatan yang dilakukannya sudah melalui pertimbangan-pertimbangan positif demi kebaikan organisasi pemeritnahan di Lombok Utara. Pergeseran pejabat tidak disebabkan pejabat yang bersangkutan melakukan kesalahan. Sebaliknya pejabat dirotasi karena dianggap memiliki prestasi pada jabatan sebelumnya, sehingga pemberian jabatan baru diharapkan bisa memberi dampak pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat.

Dirinya berpesan agar seluruh ASN yang ada di Lombok Utara bekerja secara maksimal, serta tetap menjaga integritas selama mengemban amanah. Apabila amanah ini dijalankan dengan ikhlas, maka beban kerja akan terasa ringan. Demikian pula, bilamana jabatan dijalankan dengan rasa berat menyebabkan tanggungjawab pekerjaan sebagai sebuah beban kerja.

Menyinggung sejumlah kekosongan jabatan yang masih tersedia di sejumlah SKPD, Najmul mengisyaratkan pihaknya tetap berupaya mengisi kekosongan tersebut. Sebab disadari atau tidak, kekosongan jabatan disebabkan oleh persoalan mendasar yakni kekurangan jumlah pegawai yang dimiliki Pemda KLU.

Sebelumnya diberitakan, Pemkab Lombok Utara hingga saat ini masih kekurangan 33 pejabat untuk mengisi posisi jabatan eselon II, eselon III dan eselon IV. Sedangkan secara keseluruhan di semua organisasi perangkat daerah (OPD), Kabupaten Lombok Utara masih kekurangan sekitar 2.000 orang ASN.

Kepala Bagian Organisasi Setda KLU, H. Khaerul Anwar, mengungkapkan hingga kini masih ada jabatan yang belum terisi. Berdasarkan hasil kajian dan analisa Bagian Organisasi, tercatat setidaknya kekosongan pejabat eselon dari eselon IV sampai eselon II mencapai 33 orang.

“Kita masih ada kekurangan jabatan yang belum terisi. Rinciannya di eselon II ada 1 orang, itu di Dinas Dikpora di mana sampai saat ini masih di-Plt-kan. Sementara di eselon III ada 4 jabatan yang belum terisi, dan di eselon IV ada 28 orang lagi yang dibutuhkan,” ujarnya. (ari)

Disqus Comments Loading...

This website uses cookies.