52 JCH Mataram Batal Berangkat

Mataram (Suara NTB) – Sebanyak 52 calon jemaah calon haji (JCH) asal Kota Mataram, batal menunaikan ibadah haji tahun ini. Mereka belum melunasi biaya perjalanan ibadah haji (BPIH) sampai batas waktu yang ditetapkan. Selain itu, ada JCH yang meninggal dunia.

Kepala Seksi Penyelenggara Haji dan Umroh Kantor Kementerian Agama Kota Mataram, Hj. Ratna Muspida dikonfirmasi, Senin, 7 Mei 2018 menjelaskan,  untuk tahap pertama pelunasan BPIH dari 774 jemaah hanya 718 jemaah yang melakukan pelunasan.

Sisanya yang 52 tertunda dan meninggal dunia. Sedangkan, sisa yang tidak mau melakukan pelunasan ada empat jemaah. Itu dikarenakan belum memiliki uang satu orang, satu orang menjadi tenaga kerja wanita (TKW) ke luar negeri dan dua orang lainnya gagal sistem.

“Jatahnya harus sekarang melakukan pelunasan. Informasinya setelah kita cek ternyata ada yang bekerja sebagai TKW. Mungkin ndak bisa pulang terus belum bisa melunasi,” katanya.

JCH yang batal berangkat menurut Ratna, diketahui setelah proses cek kesehatan dari Dinas Kesehatan. Pihaknya mengecek ke alamat jemaah ternyata ada yang telah meninggal dunia. JCH tertunda berangkat bisa saja diganti. Namun demikian, tergantung dari kebijakan Kementerian Agama. Pemerintah Pusat nantinya mengeluarkan pengumuman.

Sebab, ada istilah pelunasan tahap kedua bagi jemaah haji cadangan dan lansia. Termasuk penyatuan porsi istri dan suami dan ibu dan anak kandung. “Kita tetap siapkan jatah porsi. Tapi nanti kewenangan pemerintah pusat,” ujarnya.

Kepala Kemenag Kota Mataram, H. Burhanul Islam meminta seluruh jemaah calon haji agar melakukan pelunasan bagi yang gagal sistem pada pelunasan tahap kedua.

“Informasi terakhir saya terima Jumat pekan kemarin itu 713 jemaah yang sudah melunasi. Update terakhir saya belum dikirimi,” tambahnya. Kemenag saat ini tengah mempersiapkan memberikan pelatihan bagi petugas haji. Yakni, dokter kloter dan paramedis lainnya. (cem)