Semua Kecamatan di Bima Rentan Kekeringan dan Krisis Air Bersih

Bima (Suara NTB) – Menjelang pergantian musim hujan ke musim kemarau, Badan penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bima telah memetakan sementara wilayah-wilayah yang terancam mengalami kekeringan dan krisis air bersih.

Kepala melalui Kasi Darurat dan Logisitik BPBD Kabupaten Bima, Bambang Hermawan mengaku, meski masa transisi musim belum terlihat berubah, namun pihaknya telah memetakan wilayah yang rawan kekeringan dan krisis air bersih tahun 2018.

“Masih kita himpun data-datanya. Tapi untuk sementara hampir semua Kecamatan di Kabupaten Bima rentan kekeringan dan krisis air bersih,” katanya kepada Suara NTB via seluler, Rabu, 25 April 2018.

Meski begitu, ada beberapa wilayah di Kabupaten Bima yang rawan kekeringan dan krisis air bersih setip tahun. Seperti di Dusun Ndano Ndere Desa Bajo Kecamatan Soromandi, Desa Dore Kecamatan Palibelo, Desa Roi Kecamatan Belo dan desa ntonggu kecamatan Palibelo. “Desa-desa ini setiap tahun yang rutin alami kekeringan dan krisis air bersih,” ujarnya.

Mengantisipasi kekeringan dan krisis air bersih tersebut, pihaknya hanya melakukan pendistribusian air bersih. Mekanisme penyalurannya dengan menunggu laporan dari Desa yang membutuhkan air bersih.

“Ada dua unit mobil tangki yang kita sediakan untuk mendroping air bersih ke desa yang membutuhkan. Satu unit mobil menampung air bersih 5.000 liter,” sebutnya.

Bambang berharap dalam menanggulangi atau mengantisipasi krisis air bersih kedepan tidak hanya mendroping air. Namun harus ada upaya cara lain. Salahsatunya membangun bor sumur di setiap wilayah atau desa kekeringan.

“Selain itu juga melakukan reboisasi hutan. Kalau tidak ada dana di pemerintah daerah dan APBN bisa menggunakan Dana Desa (DD). Serta masyarakat juga harus menjaga mata air,” pungkasnya. (uki)