“By Pass” Biao-Praya Mulai Dikerjakan

Praya (Suara NTB) – Pembangunan jalur by pass Praya-Biao Jontlak mulai dikerjakan pemerintah pusat. Pengerjaan diawali dengan perataan lahan lokasi pembangunan jalur dua tersebut. Seluruh bangunan yang terkena dampak pembangunan jalur saat ini juga sudah mulai diratakan.

Pantauan Suara NTB, Senin, 23 April 2018, sejumlah alat berat mulai dikerahkan untuk meratakan lahan dan sisa bongkaran bangunan yang ada. Pembongkaran mulai dari jalur Biao menuju Praya. “Saat ini sudah tahap pembangunan fisik,” tegas Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Loteng, Ir. M. Amir Ali.

Ia menjelaskan, panjang ruas jalan yang akan dibangun tersebut sekitar 1,4 km yang akan menghubungkan Kota Praya hingga Biao. Dua jalur dengan empat lajur, sehingga nantinya bisa menghubung jalur utama Kota Praya.

Pembangunan jalur by pass seluruhnya ditanggung oleh pemerintah pusat. termasuk pembangunan dua jembatan di jalur tersebut. Sementara untuk anggaran pembebasan lahan ditanggung oleh Pemkab Loteng dengan alokasi anggaran yang sudah dikeluarkan sebesar Rp 45 miliar lebih. “Ini pun untuk anggaran pembebasan lahan masih kurang sekitar Rp. 5 miliar lebih,” jelasnya. Pelunasan akan dilakukan pada APBD perubahan tahun ini supaya tahun ini semua urusan pembebasan lahan bisa dituntaskan.

Lebih lanjut, Amir Ali menjelaskan, proyek pembangunan jalur tersebut akan berlangsung selama 6 bulan. Jadi akhir tahun ini, jalan tersebut sudah harus selesai. “Proyek ini harus selesai tahun ini. Sesuai dengan kontrak yang sudah disepakati,” tegasnya. (kir)