30 Persen Pemilih Tentukan Pilihannya Setelah Debat

Mataram (Suara NTB) – Debat kandidat tahap pertama pasangan calon kepala daerah NTB 2018, akan digelar KPU pada tanggal 12 Mei mendatang. Dalam debat kandidat tersebut, tidak saja akan menjadi arena bagi para paslon untuk saling mengadu ketajaman visi misi dan program yang ditawarkan. Tetapi juga menjadi ruang masyarakat untuk menentukan pilihannya.

Oleh karena itu, paslon diharapkan memanfaatkan kesempatan debat kandidat tersebut dengan sebaik-baiknya. Diharapkan mereka bisa tampil dengan maksimal untuk menjelaskan dan meyakinkan masyarakat atas program visi dan misi yang mereka tawarkan.

Pengamat politik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram, H. Agus, M.SI, mengatakan persiapan materi debat oleh paslon, dinilai sangat penting. Karena masyarakat yang akan menentukan pilihannya pada saat debat kandidat berjumlah cukup besar. Terutama dari kalangan pemilih rasional.

“Sebaiknya paslon mempersiapkan diri secara maksimal dalam debat publik yang akan dilaksanakan KPU Bulan Mei ini. Karena pada saat debat kandidat ini, cukup banyak masyarakat yang akan langsung menentukan pilihannya,” ujar Agus.

Sampai saat ini, masyarakat yang belum menentukan pilihannya masih cukup tinggi. Yakni mencapai di atas 40 persen. Setidaknya hal itu terlihat dari sejumlah lembaga survei yang merilis hasil

surveinya baru-baru ini. Dari angka 40 persen lebih itu, Agus memprediksikan, sekitar 30 persen masyarakat akan segera menentukan pilihan setelah debat kandidat digelar.

“Ya, mereka akan segera menentukan pilihannya setelah debat publik. Dari 40 persen pemilih saat ini yang belum memutuskan pilihannya untuk kondisi saat ini dugaan saya 30 persennya adalah pemilih pemula, kelas menengah dan pemilih terdidik lainnya. Mereka masih menunggu, sehingga debat publik itu penting bagi 30 persen pemilih ini,” paparnya.

Ditempat terpisah, salah satu pemilih pemula yang ditemui Suara NTB, Goni Ilman Kusuma, mengaku belum memutuskan pilihannya pada Pilkada NTB 2018 ini. Karena sampai sejauh ini ia mengaku belum mengenal secara mendalam semua kandidat, terutama terkait dengan visi misi dan programnya.

“Belum ada, kita belum tahu apa programnya, besok kita lihat pada saat debat kandidat. Siapa yang paling cerdas dan baik programnya,” ujar Mahasiswa Universitas Mataram ini.

Ditempat terpisah, sejumlah tim sukses pasangan calon, yang dikonfirmasi terkait persiapan debat kandidat tersebut, masih merahasiakan strategi yang akan ditampilkan pada saat debat kandidat nanti. Yang jelas,  mereka mengaku Paslon akan mempergunakan kesempatan debat kandidat tersebut sebagai ajang untuk menarik perhatian pemilih.  (ndi)