Pagar Proyek ITDC Diduga Dirusak Warga

Advertisement

Praya (Suara NTB) – Pagar proyek milik Indonesia Tourism Developmnt Corpoartion (ITDC) di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Sabtu (14/4) diduga dirusak warga. Akibatnya, pagar proyek di lokasi eks bangunan hotel Lombok Baru Kuta rusak. Kasus tersebut pun kini tengah diselidiki aparat Polres Lombok Tengah (Loteng).

“Sudah ada laporan yang masuk dari pihak ITDC. Dan, kini kasusnya sedang kita selidiki,” aku Kasat Reskrim Polres Loteng, AKP Rafles Girsang, SIK., membenarkan kejadian tersebut, Minggu, 15 April 2018.

Ia mengungkapkan, kasus pengerusakan pagar proyek milik ITDC tersebut terjadi sebanyak dua kali. Kasus pertama berlangsung pada Jumat, 13 April 2018. Saat ini, salah satu truk yang dikemudikan oleh warga tiba-tiba menabrak pagar proyek sampai rusak. Kejadian kedua berlangsung pada Sabtu siang kemarin. Saat ini, beberapa warga merusak pagar proyek ITDC.

Sejumlah petugas keamanan ITDC sempat berusaha menghalangi aksi warga ini. Namun warga tetap bersikeras melakukan pengerusakan. Ketegangan antara warga dengan petugas keamanan ITDC pun sempat berlangsung. Namun karena tak ingin terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, petugas keamanan ITDC akhirnya memilih untuk mengalah.

Pasca kejadian tersebut, pihak ITDC kemudian melayangkan laporan resmi ke Polres Loteng. “Warga dilaporkan oleh pihak ITDC atas dugaan pengerusakan,” jelas Rafles. Sebanyak tiga petugas keamanan ITDC sudah dimintai keterangan pasca laporan tersebut. Sejumlah barang bukti juga sudah diamankan untuk keperluan penyelidikan.

Terkait warga pelaku perusakan, Rafles mengaku masih diidentifikasi. Jumlah yang terlibat pengerusakan sejauh ini belum bisa dipastikan. “Identitas para pelaku perusakan masih kita indetifikasi, berdasarkan alat bukti yang ada,” ujarnya.
Rafles menambahkan, dugaan awal pengerusakan pagar proyek terjadi karena ada klaim atas kepemilikan lahan di atas lokasi proyek yang sudah di pagar tersebut. Di mana pihak Minarni bersama warga mengklaim kalau lahan tersebut merupakan lahan miliknya. Berdasarkan sertifikat hak milik (SHM) yang dipegangnya.

Sementara pihak ITDC selaku pengelola lahan menegaskan kalau lahan tersebut sudah masuk dalam Hak Pengelolaan Lahan (HPL) KEK Mandalika. “Fokus penyelidikan kita selain, terkait pengerusakan pagar proyek juga terkait keabsahan SHM lahan milik warga pengklaim lahan,” tandasnya.

Terpisah, General Affair KEK Mandalika ITDC, I Gusti Lanang Bratasuta, mengaku sangat menyayangkan kejadian. Ia pun menegaskan, kalau memang warga merasa sebagai pemilik lahan sebaiknya melakukan gugatan hukum tidak malah melakukan perusakan seperti itu.

Kalau ada kasus seperti itu, ujarnya, akan memberikan kesan kawasan Mandalika tidak kondusif. Untuk itu, pihaknya mempersilakan warga menempuh jalur hukum. “Silakan tempuh proses hukum jika memang merasa sebagai pemilik lahan. Jangan melakukan tindakan-tindakan yang merusak dan meninggalkan kesan kurang baik terhadap kondisi kawasan,” ujarnya. (kir)

Disqus Comments Loading...

This website uses cookies.