Pemkot Mataram Bingung Tertibkan Reklame Rokok

Mataram (Suara NTB) – Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (Perkim) Kota Mataram kebingungan menertibkan reklame rokok, terutama yang menggunakan biro jasa reklame. Pasalnya, belum ada produk hukum yang mengatur pelarangan iklan rokok.

Menurut Kadis Perkim, H.M. Kemal Islam, bahwa Kota Mataram belum memiliki aturan yang melarang reklame rokok. Yang ada kata dia, hanya Perda kawasan tanpa rokok saja. Penertiban reklame rokok dipasang di bilboard merupakan tanggungjawab Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu.

“Bagaimana mau ditertibkan. Kita kan tidak ada Perda pelarangan iklan rokok,” kata Kemal, Selasa, 20 Maret 2018.

Sekarang ini menurut dia, tinggal kebijakan saja. Pihaknya sudah berupaya mengurangi dan membatasi iklan rokok di sejumlah titik di Kota Mataram. Terutama radius 500 meter dari sekolah. Itupun sulit sekali dengan kondisi sekolah berdekatan.

“Sekolah kita kan berdekatan semua. Mana ada radius 500 meter,” tuturnya.

Pemasangan iklan rokok di warung – warung akan ditertibkan. Selain memasang tidak pada tempatnya, juga tidak memiliki izin. Termasuk pemasangan di median jalan akan dikerahkan petugas dekorasi kota untuk menertibkan. Seperti diketahui, maraknya iklan rokok bisa menjadi sandungan penilaian Mataram sebagai Kota Layak Anak 2018. Selain indikator lainnya, daerah yang bebas iklan rokok memiliki kredit poin tinggi. (cem)