KLU Usulkan 578 Formasi CPNS

Tanjung (Suara NTB) – Pemda Kabupaten Lombok Utara (KLU) secara resmi telah mengusulkan formasi CPNS untuk perekrutan tahun 2018 sebanyak 578 orang. Di antara jumlah itu, sekitar 142 orang di antaranya adalah tenaga keterampilan yang terdiri dari bidan, perawat dan tenaga dokter.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Lombok Utara (KLU), H. M. Najib, Rabu, 7 Februari 2018  mengungkapkan, usulan formasi CPNS telah disampaikan ke 3 lembaga pusat, yaitu Badan Kepegawaian Negara, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi serta Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

“Usulan CPNS telah sebanyak 578 orang, nanti yang diterima berapa kita serahkan ke pusat. Tentu kita berharap yang diterima banyak. Kita dijanjikan nanti sekitar bulan Mei dikeluarkan oleh pusat, terhadap kuota kita dan formasi apa saja yang disetujui,” kata Najib di ruang kerjanya.

Kekurangan PNS lingkup Pemkab Lombok Utara diketahui lebih dari 2.500 orang. Pemda KLU berharap, jumlah itu akan dipenuhi dalam 3 tahap ke depan. Sebagaimana data yang disampaikan ke pusat, dari 578 usulan terdiri dari tenaga fungsional keahlian sebanyak 286 dari total 920 orang yang dibutuhkan, fungsional keterampilan diusulkan 142 orang dari 219 orang yang dibutuhkan, serta jabatan pelaksana diusulkan sebanyak 150 orang dari 411 orang yang dibutuhkan.

Jumlah usulan tersebut, kata dia, mempertimbangkan kemampuan negara dalam menggaji. Selain pertimbangan alokasi usulan dapat dipenuhi secara bertahap. Mempertimbangkan kekuatan anggaran daerah, penambahan formasi tahun ini diyakinkan Najib, tidak mengganggu proporsionalitas anggaran daerah. Antara belanja publik (belanja modal) dan belanja pegawai masih mampu dipertahankan pada rasio sebelumnya. Di mana 60 persen APBD masih mengarah untuk belanja publik.

Dalam pengajuannya, Pemda mengajukan melalui dua formasi yaitu formasi umum dan formasi khusus. Rekrutmen formuasi umum akan diseleksi melalui jalur tes. Pada formasi umum ini, Pemda mengajukan tenaga CPNS terampil, seperti tenaga dokter, perawat dan bidan. Selain itu, tenaga keahlian yang sama juga diusulkan melalui formasi khusus dengan jumlah yang tidak begitu besar, sekitar 27 orang.

Pada usulan formasi khusus ini, usulan ke pusat mempertimbangkan status pengabdian tenaga kesehatan di KLU. Di antara mereka, rata-rata bekerja dan mengabdi dengan bekal kontrak pusat.  “Itu kita usulkan juga, dan daerah-daerah yang lain juga mengajukan hal yang sama.

Dengan asumsi terpenuhinya 578 orang tersebut, KLU masih menghadapi beban kerja yang masih cukup besar. Namun demikian, kendala keterbatasan tenaga selama ini masih bisa diantisipasi melalui perekrutan tenaga kontrak daerah.

Sementara, Sekretaris BKD, Masjudin Ashari, SE. MM., menambahkan rekrutmen CPNS tahun sedikit berbeda dengan tahun sebelumnya. Letak perbedaannya, seleksi tahun ini wajib menggunakan sistem CAT, baik seleksi kompetensi dasar maupun seleksi kompetensi bidang.

Sampai dengan rekrutmen 2017 lalu, sistem CAT dengan perlengkapannya telah diujicoba di daerah-daerah, namun baru terbatas pada jabatan fungsional. Terlebih lagi tes kompetensi bidang sudah lengkap dari dinas pembina dan dikolaborasikan dengan CAT BKN pusat. Sehingga untuk jabatan-jabatan lain yang belum siap kelengkapannya dimungkinkan ada pembatasan penetapan kuota terkait formasi yang disetujui Kemenpan.

Menjadi masalah di KLU saat ini adalah seleksi di jabatan pelaksana. Pasalnya soal tes kompetensi bidang yang harus dipersiapkan sebanyak kompetensi yang dibutuhkan. Umpama jabatan pelaksana 100 jabatan, maka Pemda KLU harus menyiapkan 100 jenis soal. (ari)