Pembebasan Lahan Dam Mujur Butuh Rp 700 Miliar

Advertisement

Praya (Suara NTB) – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Lombok Tengah (Loteng), H.M. Nursiah, S.Sos.M.Si., mengaku mewujudkan pembangunan Dam Mujur Kecamatan Praya Timur bukan perkara mudah. Mengingat, besarnya dukungan anggaran yang dibutuhkan. Selain anggaran untuk pembangunan fisik juga anggaran pendukung untuk keperluan pembebasan lahan yang diperkirakan mencapai Rp 700 miliar.

Kepada Suara NTB, Jumat, 2 Februari 2018, Nursiah menjelaskan, untuk anggaran pembangunan fisik Dam Mujur sepenuhnya akan ditanggung oleh pemerintah pusat. Di mana anggarannya informasinya akan bersumber dari dana loan (pinjaman) pemerintah pusat.

Sementara untuk anggaran pembebasan lahan, kemungkinan akan menggunakan pola sharing, antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi dengan pemerintah kabupaten. “Tapi ini masih belum bisa pastikan. Karena bisa saja polanya berubah. Tergantung keputusan pemerintah pusat nantinya,” ujar Nursiah.

Untuk itu, pihaknya beberapa waktu lalu sudah melayangkan surat ke pemerintah pusat meminta kejelasan soal rencana pembangunan Dam Mujur, termasuk pola-pola yang akan diambil dalam menjawab persoalan yang terjadi.

Hanya saja, pemerintah pusat sampai saat ini belum memberikan jawaban atas surat dari Pemkab Loteng, sehingga pihaknya masih menunggu jawaban dari pemerintah pusat terlebih dahulu, baru akan menentukan sikap. (kir)

Disqus Comments Loading...

This website uses cookies.