Tiga Aksi Ahyar Saat Kunjungi Korban Banjir di Dayen Peken

Mataram (Suara NTB) – Korban banjir di Kelurahan Dayen Peken, Kecamatan Ampenan, memberikan sambutan antusias saat Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh, mengunjungi mereka, Sabtu, 3 Februari 2018.

Ahyar memulai kunjungannya dengan melihat langsung kondisi warga dan berdiskusi dengan mereka. Mendampingi Ahyar, hadir pula sejumlah pejabat lingkup Pemkot Mataram.

Dalam kunjungan singkat ini, terjadi sejumlah kejadian menarik yang melibatkan sang Walikota Mataram dua periode itu. Berikut tiga aksi menarik yang melibatkan Ahyar tersebut :

Ahyar Abduh saat menerobos banjir di Kelurahan Dayen Peken.
  1. Basah-basahan Saat Terobos Banjir

Ahyar Abduh memang bukan tipikal pemimpin yang berjarak dengan persoalan rakyatnya. Saat menengok korban banjir, Ahyar sedianya hanya dijadwalkan untuk menengok genangan air yang tengah disedot untuk dikeringkan dari salah satu titik permukiman di Dayen Peken.

Namun, Asisten I Setda Kota Mataram, Lalu Martawang, kemudian menawari Ahyar untuk menengok langsung ke lokasi yang tergenang air setinggi lutut.

Tanpa pikir panjang, Ahyar langsung melangkahkan kaki menuju genangan tersebut. Sontak, sejumlah pejabat Kota Mataram langsung mengikutinya. Ahyar kemudian berjalan menelusuri gang yang tergenang air tersebut.

Ahyar Abduh saat didoakan oleh  seorang nenek, korban banjir di Kelurahan Dayen Peken, Mataram.
  1. Didoakan Nenek-nenek

Setelah berbasah-basahan dan menengok timbunan drainase yang menjadi salah satu penyebab banjir, Ahyar kemudian bermaksud mengakhiri kunjungannya dengan mengaso di kediaman Kepala Lingkungan Baturaja Utara, L. Sapriadi di Kelurahan Dayen Peken.

Namun, dalam perjalanan menuju rumah kepala lingkungan, tiba-tiba, seorang nenek tua yang mengenakan mukena nekat mencegat rombongan Ahyar Abduh. Sang nenek pun langsung mendekati Ahyar.

Setelah berada persis berhadap-hadapan dengan Ahyar, perempuan tua yang disapa Umi oleh warga sekitar itu langsung membacakan doa-doa untuk sang Walikota Mataram ini.

Sontak, sejumlah warga yang melihat aksi sang nenek ikut mendoakan dan mengaminkan ucapan sang nenek. Warga lainnya juga ikut berteriak menyerukan nama Ahyar. Sementara, Ahyar sendiri, tak berhenti mengulas senyum simpul sembari membiarkan aksi sang nenek dan mengaminkan doanya.

Ahyar Abduh menyantap mie instan usai berkeliling melihat korban banjir.
  1. Makan Siang dengan Mie Instan

Berkeliling menengok korban banjir tampaknya cukup menguras energi Ahyar Abduh. Ia pun melepas lelah di kediaman Kepala Lingkungan Baturaja Utara, L. Sapriadi. Setelah meneguk beberapa minuman pelepas dahaga, sang kepala lingkungan ternyata masih memiliki menu lain untuk Ahyar.

Menu itu ternyata adalah semangkuk mie instan. Melihat suguhan itu, Ahyar pun tak ragu-ragu untuk melahapnya sembari meladeni wawancara dengan sejumlah awak media. “Kalau yang begini kita suka. Sudah biasa kita makan yang begini,” ujarnya sembari tertawa.

Setelah melakukan rangkaian kunjungan tersebut, Ahyar Abduh kemudian menyerahkan bantuan untuk warga korban banjir. Asisten I Setda Kota Mataram, Lalu Martawang menerangkan, selain bantuan tersebut, Ahyar juga memerintahkan pengadaan dua mesin penyedot air sebagai solusi jangka pendek.

Sementara, untuk kebijakan jangka panjang, Ahyar menegaskan pihaknya akan segera merumuskan rencana induk untuk penataan Kelurahan Dayen Peken yang saat ini menjadi daerah langganan banjir. Ahyar mengutarakan, persoalan banjir ini memang membutuhkan kerjasama semua pihak. Mulai dari pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten/kota, hingga warga sendiri. (r/*)