Soal Bedah Rumah, Darmin dan BPD Bantah Klaim Disperumkim Bima

Bima (Suara NTB) – Penerima program bedah rumah di Dusun Kalaki Desa Panda Kecamatan Palibelo, Darmin membantah klaim pihak Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperumkim) Kabupaten Bima, mengenai klarifikasi dana Rp 2 juta.

Didampingi Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Panda Kecamatan Palibelo, Irwan, Darmin bahkan mengaku tidak mengetahui akan adanya pihak Dinas yang mendatanginya untuk mengklarifikasi dan menelusuri adanya permintaan uang sebesar Rp 2 juta.

“Sampai hari ini belum ada. Tidak ada satupun yang datang,” katanya ditemui Suara NTB, Sabtu, 27 Januari 2018.

Darmin mengatakan, selama ini hanya ada sejumlah orang datang melakukan survai. Tujuannya melihat keadaan dan kondisi rumahnya, lantaran terdaftar program bedah rumah. Kemudian, setelah datang dua orang meminta uang sebesar Rp 2 juta.

“Awalnya datang survai. Tapi setelah itu ada dua orang yang berbeda yang tidak saya kenal datang meminta dana Rp 2 juta,” katanya.

Ketua BPD Panda Irwan juga mengakui tidak adanya tidak yang turun klarifikasi. Bahkan, pihaknya berharap persoalan uang Rp 2 juta tersebut, dapat diungkap secepatnya, karena mengganggu warga setempat.

Dikatakannya, persoalan dana Rp 2 juta tersebut sangat disayangkan oleh pihaknya. Beruntungnya pada saat itu, Darmin tidak langsung memberikan apa yang diminta oknum itu. “Kami BPD Panda sangat menyayangkan persoalan ini. Kami berharap persoalan ini segera diusut,” desaknya.

Diakuinya, berdasarkan pengakuan dan aduan Darmin, oknum yang meminta uang tersebut berjumlah dua orang, yang tidak dikenali. Mereka datang mengatasnamakan Disperumkim Kabupaten Bima.

Meski adanya persoalan tersebut. Irwan juga berharap program bedah rumah dapat direalisasikan secepatnya oleh pihak terkait. Dijalankan semaksimal mungkin sesuai dengan ketentuan. Sebab program tersebut adalah yang ditunggu warga selama ini.

“Warga disini sangat berharap dengan program bedah rumah. Karena selama ini belum pernah mendapatkan, dan jarang sekali diperhatikan,” terangnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Kepala Disperumkim Kabupaten Bima H. Khaerudin ST MT, menegaskan tidak ada permintaan dana Rp 2 juta terhadap tukang serabutan, Darmin (41), penerima bedah rumah warga dusun Kalaki Desa Panda Kecamatan Palibelo. “Saya tegaskan mengenai pengakuan Darmin itu hanyalah Modus,” katanya Suara NTB.

Khaeruddin mengaku, pihaknya telah mengklarifikasi terhadap yang bersangkutan (Darmin.red), terkait pengakuannya ada oknum tertentu yang meminta uang sebesar Rp 2 juta untuk memuluskan program bedah rumah. “Sudah kami datangi. Saya tegaskan lagi pengakuan ini hanya berupa modus,” tegasnya.

Mengapa Modus ? karena setelah diklarifikasi oleh Kabid, Kasi teknis terkait, Pendamping, Babinsa serta didampingi Kepala Desa Panda, ternyata yang bersangkutan tidak mengenali siapa yang meminta uang tersebut. “Kita sudah pertanyakan dan klarifikasi dengan detail. Tapi justru Darmin tidak mengenali siapa yang meminta uang. Ini kan aneh,” katanya.

Setelah diklarifikasi lebih lanjut, yang bersangkutan juga menyampaikan langsung permintaan maaf. Serta mengaku akan membuat surat pernyataan terhadap apa yang disampaikan tersebut tidaklah benar. “Yang jelas tidak ada masalah. Lagipula program dari Pemerintah Provinsi ini baru dan akan dikerjakan tahun 2018 ini,” katanya. (uki)