Ikuti SNMPTN, Pendaftar Diminta Tidak Terpancing Bujuk Rayu Oknum

Mataram (Suara NTB) – Masyarakat yang akan mendaftar di seleksi masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN) diminta tidak terpancing bujukan orang yang tidak bertanggung jawab. Apalagi mengaku bisa meluluskan ke jalur penerimaan mahasiswa baru tertentu, karena, penilaian seleksi dilakukan secara nasional oleh panitia pusat.

Wakil Rektor I Bidang Akademik Universitas Mataram (Unram), Prof. Dr. Ir. H. Lalu Wiresapta Karyadi, M.Si., menegaskan agar masyarakat tidak mudah terbujuk oleh ajakan orang yang tidak bertanggung jawab.

“Saya ingin dari awal sampaikan ke masyarakat, jangan sampai terpancing oleh bujukan orang tidak bertanggung jawab yang katanya bisa memasukkan ke jalur tertentu, itu tidak ada,” tegas Wiresapta.

Wiresapta menekankan, baik di SNMPTN maupun di Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN), agar masyarakat jangan mudah percaya. Buktinya, sudah ada oknum dosen yang saat berurusan dengan hukum, karena kasus penipuan bisa memasukkan calon mahasiswa di seleksi PTN.

Baca juga:  Tingkatkan SDM, Unram akan Datangkan Dosen Asing

“Apalagi SNMPTN dan SBMPTN yang penilaian dari nasional. Ini mohon diperhatikan,” saran Wiresapta.

Saat ini tengah berlangsung proses SNMPTN, Di awali dengan pengisian dan verifikasi Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS) sejak 13 Januari sampai dengan 10 Februari nanti. Sekolah yang siswanya berhak mengikuti SNMPTN 2018 adalah SMA/MA/SMK negeri maupun swasta,termasuk Sekolah Republik Indonesia (SRI) yang mempunyai NPSN dan telah mengisi PDSS lengkap dan benar.

Persyaratan siswa pendfatar,yaitu siswa SMA/SMK/MA atau sederajat kelas terakhir pada tahun 2018 yang memenuhi persyaratan. Antara lain memiliki prestasi unggul yaitu calon peserta masuk peringkat terbaik di sekolah, dengan ketentuan berdasarkan akreditasi sekolah.

Bagi sekolah yang meraih akreditasi A, bisa mendaftar sebanyak 50 persen siswanya yang terbaik di sekolah. Sekolah dengan akreditasi B, sebanyak 30 persen siswa dengan peringkat terbaik di sekolah. Sekolah dengan akreditasi C, hanya 10 persen siswanya terbaik yang boleh mendaftar. Sedangkan sekolah yang belum terakreditasi, hanya 5 persen siswanya yang terbaik yang boleh mendaftar.

Baca juga:  Tingkatkan SDM, Unram akan Datangkan Dosen Asing

Pendaftaran SNMPTN dilaksanakan pada 21 Februari sampai dengan 6 Maret 2018. Pengumuman hasil seleksi akan dilakukan pada 17 April 2018. Selain itu, untuk SNMPTN, Wiresapta mengungkapkan nilai Ujian Nasional maupun Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) tidak digunakan dalam seleksi.

Kuota melalui jalur SNMPTN sebanyak 30 persen dari daya tampung atau sekitar 1.200 orang. Selain SNMPTN, jalur masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN),yaitu SBMPTN dengan kuota di Unram sebesar 40 persen, dan Jalur Mandiri dengan kuota 30 persen dari daya tampung. (ron)