Bupati Lobar Akui Berat Kejar Basnol

Giri Menang (Suara NTB) – Bupati Lombok Barat (Lobar) H. Fauzan Khalid mengaku agak berat mengejar target program Nawacita Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang dikenal dengan 100-0-100. 100 persen masyarakat bisa mengakses air bersih, 0 persen mereka buang air besar sembarangan dan 100 persen bisa mengakses sanitasi.

Demikian disampaikan Bupati Lobar H. Fauzan Khalid saat meresmikan Program Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) tahap III tahun 2018 yang dipusatkan di Dusun Golong Desa Golong Kecamatan Narmada, Senin, 15 Januari 2018.

Fauzan merasa bangga dengan capaian desa-desa yang menjadi sasaran di tahun 2017. Menurutnya, di tengah isu korupsi yang ada, Pamsimas di Lobar bisa menunjukkan komitmennya. ‘’Saya salut dengan para kepala desa,” tambah Fauzan sambil menuturkan artikel yang ia baca tentang program pemberdayaan masyarakat ini.

Tahun 2017 lalu,  Pamsimas menyasar 15 desa dengan total nilai proyek sebesar Rp 3,7 miliar lebih. Di tahun 2018 ini, Pemkab Lobar mampu memperluas area cakupan menjadi 31 desa dengan total biaya sebesar Rp 7,7 miliar lebih. Dengan jumlah desa yang ada, maka Pemkab Lobar semakin optimis di tahun 2020 nanti 100 persen desa-desa di Lobar mampu mencapai 100-0-100.

Pamsimas menjadi program andalan pemerintah dan pemerintah daerah yang tertuang dalam RPJMN 2005-2019. Sesuai amanat RPJM 2005-2019 ditetapkan bahwa di tahun 2019, Indonesia dapat menyediakan layanan air minum dan sanitasi yang layak bagi seluruh rakyat Indonesia.

Program ini berjalan sangat baik untuk mendukung sektor penanggulangan kemiskinan. Hal tersebut ditegaskan juga oleh Kepala Bappeda Lobar H. Baehaqi yang menyatakan bahwa program ini bisa menjadi jalan keluar dari problem kemiskinan.“Kemiskinan makanan kan sudah tertangani, Gini Rasio kita sudah mengecil. Saat ini kita juga fokus dengan kemiskinan non makanan, salah satunya soal sanitasi,” ujar Baehaqi.

Di tempat yang sama, Kepala Desa Golong, H. Zainuddin sendiri mengakui dengan Pamsimas itu, 80 persen warga di dusunnya bisa tercakup dan bisa mengalir ke dusun-dusun lainnya yang belum berjaringan air bersih.

Sebelumnya, program Pamsimas telah dilaksanakan sejak tahun 2008. Pasimas I dilaksanakan pada tahun 2008 sampai tahun 2012 di 110 kabupaten/kota dari 15 provinsi dan program Pamsimas II dilaksanakan pada tahun 2013 sampai dengan 2016. (her)