Kapolda Musnahkan Senpi Rakitan dan 337 Anak Panah di Bima

Bima (Suara NTB) – Kapolda NTB Brigjen Pol. Drs. Firly M. Si, memimpin acara pemusnahan, senjata api (senpi) rakitan berbagai model, puluhan senjata tajam (sajam), ratusan anak panah, ketapel, serta knalpot racing di Mapolres Bima, Sabtu,13 Januari 2018.

Sajam dan senpi yang dimusnahkan tersebut merupakan Barang Bukti (BB), hasil sitaan jajaran Mapolres Bima setempat. Tercatat ada sebanyak 20 unit senpi laras panjang, dan 10 unit senpi laras pendek.

Kemudian dua unit Senpi jenis softgun dan 15 unit senpi kelereng.  Sementara sajam ada 5 unit jenis parang. Sebanyak 337 anak panah. Kemudian 13 butir peluru tajam dan 24 Ketapel. Serta ratusan knalpot bising atau racing.

Pemusnahan dilakukan menggunakan alat berat. Kapolda NTB nampak langsung menaiki alat berat untuk memusnahkan knalpot racing dan BB lainnya. Hadir dalam acara tersebut Bupati Bima, Hj. Indah Dhamayanti Putri.

Selain itu kegiatan pemusnahan juga disaksikan perwakilan FKPD, sejumlah Kepala OPD ruang lingkup Pemerintah Kabupaten Bima, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta sejumlah perwakilan unsur elemen pemuda.

Sebelum kegiatan pemusnahan. Kapolda menghimbau kepada seluruh masyarakat agar menyerahkan senpi rakitan dengan sukarela. Sebab kata dia, perbuatan menyimpan senpi melawan hukum

“Saya mengimbau agar menyerahkan senpi dan barang yang membahayakan kondusivitas Kantibmas. Bisa diserahkan Polres, Polsek atau ke Kodim maupun Koramil,” harapnya.

Firly menegaskan, jika ditemukan ada warga yang masih menyimpannya. Pihaknya akan memberikan sanksi tegas dengan mengacu UU darurat Nomor 12 tahun 2001.  Seseorang yang terbukti menyimpan senpi terancam dipidana selama 10 tahun penjara.

“Jangan coba-coba menyimpan senjata atau barang yang membahayakan keamanan dan kenyamanan bagi masyarakat,” tegasnya.

Dengan dimusnahkan Senpi dan sajam tersebut. Firly berharap di wilayah Kabupaten Bima tidak lagi terjadi konflik atau perang antar kampong. Karena peristiwa tersebut dapat merusak citra dan baik nama daerah. (uki)