Pedagang Miras Tradisional Kembali Marak di Mataram

Mataram (Suara NTB) – Pedagang minuman keras (miras) tradisional jenis tuak di kawasan Cakranegara kembali marak. Aktivitas terlarang mereka itu kambuh, padahal sebelumnya mereka sudah dikenakan tindak pidana ringan (Tipiring) dan dihukum membayar denda oleh Pengadilan Negeri Mataram.

Pengamatan Suara NTB, pedagang miras di depan SPBU Mayura dan Jalan menuju Panca Usaha Kelurahan Cakra Timur, masih menjejerkan botol tuak di atas meja dagangannya. Botol berwarna merah muda itu diletakkan di bawah lampu, sehingga terlihat mencolok.

Sabtu, 6 Januari 2018 malam, beberapa orang duduk sambil mengisap rokok. Botol bekas sirup berisi miras tradisional jadi suguhan hangat malam itu. Demikian pula, di depan SPBU Mayura. Sejumlah orang ramai duduk di belakang warung. Sementara, botol – botol tuak berjejer di depan.

Pelaksana Tugas (Plt) Kasat Pol PP Kota Mataram, Chaerul Anwar mengungkapkan, informasinya pedagang yang telah terjaring dan disanksi membayar denda oleh Pengadilan Negeri Mataram, akan diusahakan oleh kepala lingkungannya mendapatkan kompensasi. Kompensasi itu, mereka sanggup mengalihkan usaha mereka.

Akan tetapi, ia tidak mengetahui jika mereka kembali berjualan. “Coba nanti kita cek. Informasinya mereka berhenti karena sedang diusulkan kompensasi sama kalingnya,” kata Chaerul.

Mau tidak mau tegas Chaerul, satu – satunya jalan dengan menegakkan aturan atau menjatuhkan sanksi tindak pidana ringan (tipiring) terhadap yang bersangkutan. Penegakan ini pun diutamakan bagi pedagang miras berjualan secara demonstratif. Penertiban kali ini tidak lagi ditolerir.

“Pokoknya tahun ini, pedagang tuak demonstratif kita sapu bersih,” tegasnya.

Dia tak memungkiri, penyebab kriminalisasi seperti perkelahinan dan konflik antarpemuda disebabkan oleh pengaruh minuman keras. Hal ini mengganggu ketentraman dan kenyaman masyarakat. Menjadi kerugian tidak saja bagi mereka yang mengkonsumsi, tapi masyarakat dan pemerintah juga dirugikan.

Visi misi Mataram yang maju, religius dan berbudaya terganggu. “Kita harapkan kesadaran para pedagang. Hargailah visi – misi kita,” imbuhnya.

Pihaknya mendeteksi, pedagang miras tradisional kambuh berjualan di kawasan Cakranegara dan Jalan Bung Karno Kelurahan Pagutan. Sementara, titik lainnya kondusif. (cem)