Masyarakat di Pelosok Lotim Masih Banyak Tinggal di Rumah Pagar

Selong (Suara NTB) – Pemkab Lombok Timur (Lotim) saat ini sedang gencar melakukan pembangunan di berbagai sektor, sektor fisik maupun non fisik. Namun di balik itu, masih banyak masyarakat Lotim yang belum menikmati pembangunan. Seperti halnya di wilayah pelosok Lotim, masyarakat masih banyak yang tinggal di rumah pagar atau gubuk reot.

Seperti yang dialami Usnawati, warga Dusun Dasan Tinggi Desa Jenggik Utara Kecamatan Montong Gading ini merupakan salah salah potret buramnya kehidupan masyarakat yang tinggal wilayah pelosok. Rumah pagar yang ditempatinya selama berpuluh-puluh tahun dengan kondisi yang cukup memprihatinkan tidak pernah terjamah oleh bantuan pemerintah.

Baca juga:  Peroleh Dana Rp1,8 Miliar, Kelurahan Diminta Fokus Tangani Kemiskinan

Usnawati mengaku, dirinya merupakan salah satu dari sekian masyarakat di Dusun Dasan Tinggi, Jenggik Utara yang tinggal di rumah berdinding pagar.

Di rumahnya yang bedek itu, Usnawati tinggal bersama orang tua, anak dan dua cucunya. Ketika malam tiba, tuturnya, hatinya kerap teriris saat melihat anggota keluarganya terbaring lantaran posisi tidur yang kerap tidak nyaman. Tidak sampai di sana, penderitaan semakin dirasakan Usnawati, tatkala hujan datang yang membuat atap rumah bocor serta air yang masuk melalui lubang-lubang dinding pagar rumahnya yang lusuh termakan usia.

Baca juga:  Demi Sesuap Nasi, Seorang Ibu Tarik Gerobak Sampah Sambil Menggendong Bayi

Untuk itu, ia berharap adanya bantuan perbaikan rumah kumuh seperti bantuan RTLH yang dapat tembus hingga ke wilayah pelosok. “Sama sekali tidak pernah didata untuk bantuan perbaikan rumah,” akunya.

Baca juga:  Penurunan Angka Kemiskinan di Loteng Melambat

Untuk kebutuhan memasak, Usnawati yang terkadang pergi mengais rumput untuk kambing-kambing milik orang tuanya hanya mengandalkan kayu tumpu yang didapatkan dari tengah hutan maupun pepohonan yang berada di sekitar rumahnya. Ia seolah-olah tidak mengenal elpiji maupun alat memasak modern lainnya. Dengan kondisi yang demikian, ia mengaku tetap menaruh harapan kepada pemerintah dari berbagai program yang ada. “Kita sangat berharap kepada pemerintah, coba dia lihat kondisi yang kami alami,” harapnya. (yon)