Masih Sakit, Rekanan Proyek Rumah Adat KSB Tidak Penuhi Panggilan Jaksa

0
54

Sumbawa Besar (Suara NTB) – Rekanan kasus dugaan korupsi pada proyek pembangunan Rumah Adat di Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), Rabu, 8 Maret 2017 kembali tidak memenuhi panggilan jaksa. Rekanan berinisial TM yang merupakan tersangka ini, sudah dua kali batal diperiksa karena sakit. Kajari Sumbawa, Paryono, SH, menyatakan, ketidakhadiran dari TM alasannya karena sakit.

Disebutkan Kajari, sebelumnya dalam pemanggilan pertama yang dilayangkan, pihaknya sudah menyiapkan kuasa hukum untuk tersangka.

Hanya saja tersangka batal diperiksa karena sakit. Pihaknya kembali melayangkan panggilan kedua, tersangka juga tidak datang. Alasannya akan melaksanakan operasi. Hal ini disertai dengan keterangan dari dokter. “Keterangan sakitnya ada surat dari dokter yang kami terima,” tukasnya.

Nantinya, sambung Kajari, pihaknya akan melakukan pemeriksaan setelah tersangka sembuh. Kemungkinan pemeriksaan akan diagendakan kembali minggu depan.

Seperti diberitakan, pembangunan Rumah Adat KSB diduga terjadi penyimpangan. Pembangunan dengan alokasi anggaran Rp 2 miliar ini dalam pelaksanaannya mangkrak. Mengingat Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) melakukan pemutusan kontrak secara sepihak karena pelaksananya kabur. Adapun pengerjaan dilakukan oleh PT. AS.

Dari hasil perhitungan, volume pengerjaannya hanya 4,5 persen. Namun diduga kontraktor pelaksana sudah menerima pembayaran Rp 500 juta dari nilai kontrak. PPK dalam kasus ini sudah menyelesaikan hukumannya. Sementara kontraktor pelaksana yang belakangan ditetapkan sebagai tersangka akan dilakukan pemeriksaan. (ind)

  Lusa, Golkar Putuskan Cawabup Lobar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here