Terlapor Kasus Dugaan Pemalsuan Ijazah Kades Sokong Terpilih Segera Diperiksa

Mataram (Suara NTB) – Dugaan pemalsuan ijazah Kades Sokong terpilih H. Marianto berlanjut ke penyidikan. Penyidik segera mengagendakan pemeriksaan terlapor tersebut.

“Ya sebelum ada penetapan tersangka tentu ada pemeriksaan saksi-saksi dulu,” ujar Kasatreskrim Polres Lombok Utara, AKP Kadek Metria, Kamis, 2 November 2017.

Ia menerangkan, penuntasan kasus itu sebelum tahun 2017 ini berakhir agar tak menjadi tunggakan kasus. “Sebelum akhir tahun lah sudah ada tersangkanya,” terang dia.

Uraian kasus itu, H Marianto dituding menyuruh memasukkan keterangan palsu ke dalam suatu akta otentik, seperti diatur pasal 266 ayat 1 dan ayat 2 KUHP, yakni ijazah SMP Sunan Kalijaga Tanjung KLU.

Terlapor diduga menyuruh pihak sekolah untuk membuat surat keterangan kehilangan ijazah pada Juli 2017 lalu. setelah dicek pihak sekolah tidak menemukan ijazah atas nama Marianto pada tahun pelajaran 1998/1999.

Pihak sekolah kemudian membuat surat rekomendasi kehilangan ijazah, yang belakangan membatalkan penerbitan surat tersebut.

Kantor Kementerian Agama Lombok Utara pun menyebut, tidak menemukan ijazah atas nama Marianto dalam daftar peserta ujian tahun pelajaran 1999/2000.

Marianto disebut hanya bersekolah sampai kelas 1. Sepuluh orang alumni yang diperiksa sebagai saksi juga menerangkan hal yang sama.

Hasil itu diperkuat lagi dengan data dari Dikbud Lombok Barat sebagai penyelenggara ujian tahun itu, yang menerangkan Marianto tidak pernah ikut ujian SMP. (why)

  Kemendes PDTT Jadikan NTB Daerah Uji Coba Aplikasi Ruang Desa

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here