Beranda Lombok Utara Diduga Edarkan Narkoba, IRT di KLU Dibekuk Polisi

Diduga Edarkan Narkoba, IRT di KLU Dibekuk Polisi

Tanjung (Suara NTB) – Polres Lombok Utara kembali mengamankan pelaku terduga pengedar narkoba. Pelaku yang diamankan kali ini, seorang ibu rumah tangga (IRT) berusia 40 tahun berinisial SA alias SM. Warga Kabupaten Lombok Utara (KLU) asal Dusun Orong Gol Desa Medana itu, dibekuk polisi saat dalam perjalanan mengantarkan barang bukti berupa sabu-sabu masing-masing 0,42 gram dan 0,33 gr.

Kepada wartawan, Kasat Narkoba Polres Lombok Utara, Remanto, SH., Kamis, 16 Februari 2017 menjelaskan, kronologi penangkapan terhadap SA bermula dari informasi masyarakat perihal keterlibatan terlapor dalam peredaran narkoba di KLU.

Pelaku ditangkap saat melintas di jalur jalan raya Pemenang, tepat di depan Kantor PDAM Kecamatan Pemenang, Sabtu sore sekitar pukul 16.30 wita. Kepolisian dalam pengamanan pelaku, seolah tidak ingin kecolongan, sehingga pelaku pun sudah menjadi target operasi sejak pagi harinya.

“Pelaku kita tangkap saat sedang mengantarkan sabu-sabu kepada salah seorang pembeli berinisial G. Setelah dilakukan penggeledahan (meminta bantuan seorang perempuan yang melintas), kita temukan dua poket sabu dengan berat total 0,8 gram,” kata Remanto.

Awalnya pelaku sempat mengelak saat diinterogasi oleh aparat Satnarkoba Polres Lombok Utara. Namun berkat bantuan seorang warga yang melintas, perempuan itu tidak bisa menghindar dari barang bukti yang dibawanya.

Dari tangan pelaku di TKP, polisi mengamankan barang bukti berupa satu buah tas kulit warna cokelat merk Polo, dua poket klip plastik warna putih berisi sabu-sabu, satu buah potongan kertas rokok (aluminium foil), satu buah HP Samsung warna putih, satu unit sepeda motor Honda merk Vario produksi tahun 2016 dengan No polisi DR 4016 MD, serta uang tunai sebesar Rp 17 ribu.

Pelaku saat ini dititip di sel tahanan Polsek Gangga. Selama diminta keterangan oleh Kepolisian, terang Remanto, pelaku mengakui baru pertama kali menjadi penghubung barang haram tersebut. Bahkan awal pemeriksaan, pelaku sempat mengakui berstatus janda. Namun belakangan diketahui ia memiliki suami seorang warga dari Mataram yang bekerja di wilayah KLU.

Akibat ulahnya, pelaku dinyatakan melanggar pasal 114 UU No 35 tahun 2009 tentang narkotika, dengan ancaman minimal 5 tahun penjara maksimal 20 tahun dan denda Rp 1 miliar. Dasar bahwa pelaku mengkonsumsi sendiri tidak benar yang dibuktikan dengan cek urine negatif, membuat pelaku juga dikenakan pasal 112, akibat menguasai sabu yang dibawanya.

Sementara kepada wartawan, SA mengaku baru sekali ini terlibat sebagai penghubung narkoba ke pelanggan. Ia berdalih bersedia menerima tawaran sebagai kurir karena terus didesak oleh orang yang bersedia memberinya upah.

SA juga mengaku, saat menjemput barang tersebut ia diberikan Rp 500 ribu. Uang itu ia belikan barang pesanan untuk selanjutnya diantarkan kepada pemesan yang ada di wilayah KLU. Namun apes, saat dalam perjalanan mengantar barang kedoknya sebagai kurir narkoba diendus aparat hingga akhirnya ia harus mendekam di jeruji besi. (ari)