Kades di KSB Diminta Tidak Buat Gaduh

Taliwang (Suara NTB) – Bupati Sumbawa Barat, H. W. Musyafirin meminta kepada semua kepala desa (Kades) untuk tidak membuat gaduh. Penyelesaian masalah yang terjadi di tingkat desa sebaiknya diselesaikan secara baik-baik, tidak serta merta langsung mengambil kesimpulan (pecat). Karena apabila hal tersebut terjadi maka dikhawatirkan akan menimbulkan gangguan kamtibmas.

“Saya meminta kepada para kades khususnya kades yang baru dilantik untuk bisa lebih bijaksana dalam menentukan langkah, jangan main pecat saja. Karena kita khawatirkan apabila hal tersebut terjadi maka kondusivitas desa akan terganggu nantinya,” ungkap bupati kepada Suara NTB, Sabtu, 21 Januari 2017.

Baca juga:  Kasus CSR PDAM, Sahyan Terbukti Gunakan Uang untuk Janji Kampanye

Disebutkan Bupati, setiap permasalahan pasti ada jalan keluarnya. Salah satunya dengan melakukan evaluasi terhadap kinerja yang telah diberikan selama ini.

Baca juga:  Tiga Desa Bergegas Songsong MotoGP 2021

“Pelan-pelan, ada mekanismenya dengan melakukan evaluasi terhadap kinerjanya. Jangan begitu masuk (Kades) baru, langsung main pecat saja terhadap staf yang lama,” ungkap Bupati. Begitupun juga dengan para agen PDPGR yang ada di desa. Jangan karena tidak memilihnya sebagai Kades, langsung main pecat saja.

Seraya berharap kepada para Kades untuk tetap memberikan kesempatan selama dua atau tiga bulan untuk menunjukkan loyalitas dan dedikasinya. Selama masa tersebut kades juga harus tetap melakukan evaluasi, jangan serta merta langsung di pecat.

Baca juga:  Ratusan Pendamping P3MD Teken Kontrak Kerja

“Boleh jadi apa yang kita benci sangat baik bagi kita. Begitupun juga apa yang kita anggap baik belum tentu menjadi baik bagi kita. Itulah yang harus dipegang oleh para Kades,” tandasnya. (ils)