Gedung DPRD Loteng Baru Dapat Suntikan Rp 20 Miliar

Praya (Suara NTB) – Dana segar sebesar Rp 20 miliar bakal disuntikkan untuk melanjutkan pembangunan gedung DPRD Lombok Tengah (Loteng) di Kelurahan Jontlak Praya Tengah tahun 2017 ini. Dana itupun kini sudah teralokasikan pada APBD Loteng 2017.

Demikian diungkapkan Ketua DPRD Loteng, H. Achmad Puaddi FT, SE, Minggu, 1 Januari 2017 dini hari.

Dihubungi usai perayaan tahun baru di Lapangan PSLT Praya, Puaddi mengaku kalau anggaran ini telah disepakati bersama dengan Pemkab Loteng. Harapannya, pembangunan gedung baru DPRD Loteng bisa tetap dilanjutkan tahun ini, sehingga akhir tahun 2018 mendatang, gedung baru sudah bisa digunakan.

Baca juga:  Jembatan Kebaloan Diprioritaskan Dibangun Tahun 2021

“Ini komitmen kita bersama dengan pemerintah daerah. Bahwa pembangunan gedung baru DPRD Loteng harus tetap berjalan. Dengan jaminan, anggaran harus tetap tersedia. Termasuk tahun ini, anggaran yang disiapkan sekitar Rp 20 miliar,” terangnya.

Sebelumnya, Kabid. Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum (PU) dan ESDM Loteng, L. Firman Wijaya, mengatakan, dari sisi kebutuhan anggaran masih dibutuhkan sekitar Rp 41 miliar lagi untuk menuntaskan pembangunan gedung baru DPRD Loteng. Adanya kepastian pengalokasian sebesar Rp 20 miliar, maka masih ada kekurangan sekitar Rp 21 miliar.

Baca juga:  Pengerjaan Proyek Bendungan Meninting Terkendala

Rencananya kekurangan anggaran sebesar Rp 21 miliar akan dialokasikan ada APBD Loteng tahun 2018 mendatang. Dengan begitu, di tahun yang sama proses pembangunan gedung baru DPRD Loteng bisa tuntas. “Target kita memang, gedung baru DPRD Loteng tersebut harus selesai pada tahun 2018 mendatang,”  janjinya.

Disinggung terkait hasil pengerjaan tahap III gedung baru DPRD Loteng tahun ini, Firman mengaku bisa terpenuhi 100 persen dengan nilai kegiatan sebesar Rp 14 miliar. Itu artinya, persentase capaian pembangunan gedung baru DPRD Loteng saat ini, secara keseluruhan sudah mencapai sekitar 42 persen.

Baca juga:  Proyek Jalan Layang Lembar - Kayangan Tak Masuk RPJMN

Adapun total anggaran yang sudah dihabiskan sampai tahap III ini, sudah mencapai Rp 27 miliar lebih dari total kebutuhan anggaran sekitar Rp 68 miliar lebih. “Untuk pembangunan tahap III ini, fokus penyelesaiannya pada gedung Sekretariat Dewan,” lanjut Firman.

Sisanya berupa penyelesaian pembangunan ruang sidang utama paripurna, ruang fraksi-fraksi serta landscape akan dituntaskan dalam rentan dua tahun ke depan. “Harapan kita, pembangunan gedung baru ini bisa tetap lancar. Sehingga bisa tuntas tepat waktu sesuai target yang ada,” pungkasnya. (kir)