Verifikasi Dukungan Calon Independen Gunakan ‘’Video Call’’

Mataram (Suara NTB) – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Mataram, Senin, 25 Desember 2017 memberikan batas waktu hingga pukul 24.00 Wita bagi tim pasangan calon memverifikasi dukungan calon perorangan (independen). Menariknya, salah satu pendukung di Kelurahan Sayang – sayang Kecamatan Cakranegara menggunakan panggilan video atau video call untuk berbicara dengan verfikator.

Komisioner KPU Kota Mataram, Bedi Saparwadi, SE, dikonfirmasi, Selasa, 26 Desember 2017 mengatakan, pihaknya memberikan batas terakhir verifikasi dukungan bagi tim paslon perorangan hingga tanggal 25 Desember pukul 24.00 Wita. Petugas PPS dan PPK di enam kecamatan bahkan KPU siaga menunggu tim paslon lewat jalur independen mendatangkan pendukung mereka.

“Karena tagline KPU melayani kita siaga sampai pukul 24.00 Wita. Kita ingin memastikan menunggu hingga batas waktu itu,” kata Bedi.

Kata dia, memang ada beberapa orang hadir di Pagutan menyatakan arah dukungannya. Akan tetapi, sebagian pula tim paslon tidak bisa menghadirkan lagi. Yang menariknya lanjut Bedi, di Kelurahan Sayang – sayang. Salah seorang pendukung bernama Rus’ai menggunakan video call memastikan dukungannya.

Langkah dilakukan oleh Rus’ai dibenarkan sesuai Pasal 25 PKPU Nomor 3 Tahun 2017 tentang pemanfaatan teknologi informasi. Cara ini bisa digunakan apabila pendukung tidak bisa dihadirkan, berada di luar daerah atau ada sesuatu dan lain hal, sehingga menggunakan video call yang difasilitasi tim paslon.

“Secara kebetulan pendukung ini sedang sakit. Maka dibolehkan menggunakan video call. Bahkan, mungkin ini satu – satunya di NTB verifikasi pendukung lewat video call,” jawab Bedi sambil tertawa.

Secara keseluruhan total syarat dukungan yang diverifikasi sekitar 9.650. Ini tersebar di 49 kelurahan. Dukungan terbesar berada di Kelurahan Karang Baru, Mandalika, Selagalas dan Pejeruk. Rata – rata dukungannya di atas 600 pendukung.

Lebih teknis dijelaskan, verifikasi faktual berdasarkan Pasal 23 PKPU Nomor 3 Tahun 2017. Petugas PPS nanti akan mendatangi dan menemui pendukung yang datanya masuk jadi pendukung paslon perorangan. Mereka ditanya soal dukungan.

“Apabila mendukung verifikasi cukup di situ saja. Kecuali tidak mendukung baru menandatangani surat pernyataan tidak mendukung,” ujarnya.

Akan tetapi, pendukung tidak ditemui di tempat selambat – lambatnya diberikan waktu selama tiga hari untuk dikumpulkan oleh tim paslon. Kemudian, petugas kembali menanyakan dukungan mereka. Pun tidak hadir, juga diberikan kesempatan hingga 25 Desember. (cem)