Inspektorat Rekomendasikan Rekanan Jembatan Dasan Agung Ditindak Tegas

Mataram (Suara NTB) – Tidak saja kejaksaan meminta CV. Limbu Indah, rekanan pelaksana pembangunan jembatan Dasan Agung 2017 diputus kontrak. Inspektorat Kota Mataram juga merekomendasikan agar tekan rekanan yang mengerjakan proyek jembatan Dasan Agung senilai Rp 2 miliar lebih agar ditindak tegas.

Inspektur Inspektorat Kota Mataram, Ir. H. Makbul Ma’shum kepada Suara NTB, Senin, 18 Desember 2017 menegaskan, pelanggaran yang dilakukan oleh rekanan tidak diselesaikan secara damai. “Saya minta rekanan pada proyek jembatan Dasan Agung agar ditindak tegas dan secara objektif, ” kata Makbul.

Inspektorat mempersilakan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang mem-blacklist yang bersangkutan. PUPR diyakini memahami aturan demikian, sehingga tidak perlu ragu maupun takut mengambil tindakan. Dengan konsekuensi PUPR juga mempertanggungjawabkan setiap langkah diputuskan.

“Saya yakin PUPR sangat paham dengan aturan yang ada,” tambahnya.

Inspekorat telah melakukan pembinaan dan pemeriksaan hampir ke semua OPD, dari review RKA, pengadaan Barang dan Jasa, audit komprehensif, audit kinerja, audit dengan tujuan tertentu. Hasilnya telah cukup memuaskan dengan berkurangannya jumlah temuan-temuan dari setiap pemeriksaan.

Dalam hal masih adanya tudingan- tudingan pejabat terhadap permainan proyek, kata dia, jadi introspeksi diri untuk pembenahan.

Kepala Dinas PUPR Kota Mataram, Ir. H. Mahmuddin Tura mengatakan, kasus proyek jembatan Dasan Agung tidak saja dijadikan pembelajaran pada proyek berikutnya oleh PUPR sendiri, tetapi juga bagi Pokja ULP. ULP disarankan tidak saja melihat dari sisi kelengkapan administrasi saja. Tetapi melihat kemampuan keuangan rekanan. “Bukan PUPR saja, tapi ULP juga harus jadikan pelajaran,” katanya. (cem)