Dinas LHK NTB Ingin Sulap Gunung Prabu Jadi Kebun Buah

Mataram (suarantb.com) – Kepala Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup NTB, Madani Mukarom menyatakan sesuai dengan lokasinya yang berada di kawasan pariwisata Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Gunung Prabu ingin dikelola menjadi wisata kebuh buah.

“Kan bagian lerengnya akan kita tanami flamboyan, sementara bagian puncaknya yang datar itu akan kita dorong untuk ditanami buah-buahan,” ujarnya Senin, 18 Desember 2017.

Tanaman buah seperti rambutan, manggis dan banyak lainnya, direncanakan Mukarom menghiasi lahan Gunung Prabu yang mulai gundul. Ia mencontohkan, 5 hektare lahan ditanami rambutan, demikian diikuti dengan jenis buah yang lain. Dengan sistem kelola nantinya tiap wisatawan yang datang dipungut biaya jika ingin menikmati buah-buah tersebut.

Sayangnya, realisasi rencana tersebut masih menemui kendala di lapangan. Pasalnya, lahan seluas 426 hektar tersebutntelah dikelola warga, dan sebagian warga menolak rencana penanaman tanaman buah tersebut.

“Sebagian masyarakat di situ menolak, maunya ditanam jagung dan padi. Makanya kita masih akan sosialisasi dan pertemuan dengan masyarakat,” katanya.

Mukarom mengemukakan penolakan warga ini juga disertai pengakuan bahwa mereka telah memiliki hak milik atas lahan yang dikelola. Bahkan, sejumlah warga berusaha membuktikan kepemilikan dengan menunjukkan Surat Pemberitahuan Pajak Terutang (SPPT).

“Di situ banyak yang ngaku keluar ada SPPT di kawasan itu. Makanya itu masih konflik, kita akan selesaikan dulu. Kita sedang dekatin, kemarin perintah bupatinya tidak ada kavling-kavlingan kok,” tandasnya.

Penghijauan kawasan KEK Mandalika termasuk kawasan Gunung Prabu memang telah menjadi perintah Presiden Joko Widodo. Agar kawasan wisata prioritas ini semakin indah dipandang mata dan lingkungan tetap terjaga. (ros)