Geliat Ekonomi Kian Terasa, Pemkab Dompu Giatkan Pendataan dan Pendampingan

Advertisement

Dompu (Suara NTB) – Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Dompu tetap mengalami kenaikan dari tahun – ke tahun sebagai dampak program unggulan daerah Tebu Rakyat, Sapi, Jagung, dan Rumput Laut (Terpijar). Pertumbuhan ini juga diikuti geliat ekonomi rakyat melalui usaha kecil menengah (UKM) dan industri kecil menengah (IKM). Dinas Koperasi UKM Kabupaten Dompu akan terus melakukan pendataan dan pendampingan terhadap pelaku UKM, termasuk bagi koperasi.

Kepala Dinas Koperasi UKM Kabupaten Dompu, Drs. H. A. Gani kepada Suara NTB di ruang kerjanya, Jumat, 8 Desember 2017 kemarin, mengungkapkan, pertumbuhan ekonomi suatu daerah tidak akan ada artinya bila tidak diikuti dengan pertumbuhan UKM dan IKM-nya. Di Dompu kini sudah mulai bermunculan wirausaha baru dan mereka tergolong berusia produktif. Sehingga prospeknya ke depan akan jauh lebih baik. ‘’Inilah yang membuat kita semakin optimis ke depan,’’ katanya.

Para pelaku UKM, kata H. A. Gani, juga terus didorong untuk diikutkan pada setiap pameran produk. Tidak hanya untuk menjual produk, sarana pameran juga untuk mempromosikan produk dalam daerah dan mempelajari keunggulan produk di tempat lain. ‘’Kita juga uruskan dan berikan pelatihan untuk kemasan produk dan izin halal agar lebih berkualitas,’’ terangnya.

Pemda, lanjut H. A. Gani, akan terus mensuport para pelaku UKM untuk maju dan memiliki legalitas terhadap setiap usahanya. Untuk izin usaha, pengurusannya tidak lagi berbelit – belit karena cukup dengan meminta rekomendasi desa/kelurahan dan izinya cukup di kecamatan. “Jadi, sekarang itu lebih mudah,” ungkapnya.

Begitu juga dengan koperasi yang selama ini terus dilakukan pelatihan dan pendampingan. Selama 2017 ini, dua kali latihan membuat neraca keuangan koperasi dilakukan Dinas Koperasi UKM yang melibatkan koperasi yang ada. ‘’Harapannya, koperasi yang mengikuti Diklat yang kita berikan bisa lebih banyak lagi melakukan RAT. Kendala koperasi yang belum RAT karena mereka tidak paham dalam membuat neraca bulanan,” jelasnya.

KUD yang bertahun – tahun tidak aktif, kini juga didorong kembali aktif dan melakukan RAT. Sudah lima KUD yang kembali aktif seperti KUD Padamara Kempo, KUD Nanga Nae Huu, KUD Doro Cumpa Kandai Dua, KUD Rora Besar, dan KUD Kilo. “Ke depan kita akan aktifkan KUD yang ada di kecamatan yang belum aktif,” katanya.

Kepala Bidang Pembinaan UKM Dinas Koperasi UKM Kabupaten Dompu, Ir. Hj Serim, M.Si pada kesempatan yang sama, menambahkan, ada 644 UKM yang tercatat di Kabupaten Dompu hingga Juni 2017 lalu. Jumlah UKM periode Juli – Desember 2017 akan diumumkan pada Januari 2018 mendatang. “Ke depan kita masih fokus pada pembinaan dan pendataan UKM,’’ katanya.

Selama 2017, ada banyak pelatihan dan pendampingan terhadap pelaku UKM. Ini untuk memastikan para pelaku UKM menghasilkan produk yang berkualitas dan bisa bersaing di pasaran. Bahkan ada empat pelaku UKM di Dompu akan diakomodir di retail medern tahun 2018 mendatang dan beberapa waktu lalu baru dilakukan pelatihan. “Nanti akan dilakukan pendampingan langsung oleh retail modern. Karena mereka memiliki standar tersendiri terhadap produk yang dijual,” jelasnya.

Selain itu, Hj Serim juga mengungkapkan, beberapa bantuan alat yang diberikan kepada pelaku UKM dalam pekan depan akan dievaluasi untuk memastikan masalah dan kendala di lapangan. ‘’Ketika mereka tidak bisa memanfaatkan, bisa langsung dibimbing kembali,’’ tambahnya.

Namun bantuan dan dukungan dari Pemprov dan pemerintah pusat, kata H. A. Gani, selalu diharapkan dalam pengembangan dan kemajuan Koperasi dan UKM di Dompu. Baik dalam bentuk peningkatan kapasitas melalui pelatihan maupun permodalan. (ula/*)

Disqus Comments Loading...

This website uses cookies.