Direksi Tersangka, Pemkab Loteng Ambil Alih PT. LTB

Advertisement

Praya (Suara NTB) – Keberlanjutan usaha PT. Lombok Tengah Bersatu (LTB) saat ini masih terkantung-kantung. Pasca kasus hukum yang menyeret jajaran direksi perusahaan daerah yang baru terbentuk pada tahun 2013 lalu tersebut, kegiatan usaha perusahaan plat merah milik Pemkab Loteng itu kini terhenti total.

Namun demikian, Pemkab Loteng menegaskan tidak akan menutup atau membekukan PT. LTB. Justru Pemkab Loteng akan segera menunjuk jajaran direksi yang baru. Guna menggantikan posisi jajaran direksi sebelumnya yang saat ini tengah berurusan dengan aparat penegak hukum.

‘’PT. LTB tidak kita bekukan. Hanya memang kegiatan usahanya sekarang terhenti total. Karena yang memegang kendali perusahaan tidak ada,’’ ungkap Kabag Administrasi Perekonomian Setda Loteng, Ihsan, S.Hut., kepada Suara NTB, Jumat, 8 Desember 2017 kemarin. Di mana untuk sementara, kendali PT. LTB diambil alih oleh pemerintah daerah. Sembari menunggu penunjukkan direksi yang baru.

Ia menjelaskan, awal tahun lalu Pemkab Loteng sudah melakukan seleksi Direksi PT. LTB yang baru. Proses seleksi sudah selesai dan sudah ada calon direksi yang baru. Hanya saja Bupati Loteng selaku pemegang saham utama sampai saat ini belum menunjuk siapa Direksi PT. LTB yang baru.

‘’Jadi kita masih menunggu penunjukkan jajaran Direksi PT. LTB yang baru dari dewan komisaris. Baru kemudian kendali perusahaan akan diserahkan kembali,’’ jelasnya, seraya menegaskan proses seleksi jajaran Direksi PT. LTB yang baru sudah melalui tahapan sesuai aturan yang berlaku.

Sementara itu, Ketua Komisi II DPRD Loteng, M. Samsul Qomar yang dikonfirmasi secara terpisah, berharap proses seleksi jajaran Direksi PT. LTB yang baru diulang. Dengan melibatkan DPRD Loteng, agar bisa menghasilkan calon direksi yang benar-benar berkualitas. Sehingga PT. LTB kedepannya benar-benar dikelola oleh orang yang tepat.

‘’Cukup sudah kasus Direksi PT. LTB yang lama jadi contoh. Jangan kita mengulangi kesalahan yang sama. Caranya, proses seleksi calon direksi harus benar-benar ketat. Bila perlu DPRD Loteng dilibatkan dalam proses fit and proper test-nya. Sehingga calon direksi yang baru itu nantinya benar-benar teruji,’’ tandasnya.

Kalau PT. LTB sudah dikelola oleh orang-orang yang tepat, maka peluang bagi perusahaan daerah tersebut untuk maju dan berkembang bakal semakin besar. Pihaknya pun tidak akan keberataan kalaupun kemudian nantinya pemerintah daerah menambah penyertaan modal kepada PT. LTB.

Sebagaimana diketahui, sesuai dengan Perda penyertaan modal pemerintah daerah pada PT. LTB, Pemkab Loteng punya kewajiban penyertaan modal sebesar Rp 5 miliar. Sementara yang sudah diberikan baru Rp 1 miliar. Sehingga masih ada sisa kewajiban penyertaan modal Pemkab Loteng ke  PT. LTB, sebesar Rp 4 miliar.

Diberitakan sebelumnya, Kejaksaan Negeri (Kejari) Lombok Tengah (Loteng) akhirnya menetapkan tiga orang Direksi PT. LTB sebagai tersangka. Ketiganya ditetapkan sebagai tersangka karena diduga terlibat kasus korupsi penggunaan dana investasi pemerintah daerah Loteng.

Demikian disampaikan Kajari Loteng, Feri Mupahir, SH.MH, Senin (4/12) lalu. Kajari mengungkapkan, ketiga tersangka tersebut adalah, L. Ma, Direktur Utama (Dirut) PT. LTB. Kemudian ZA, Direktur Keuangan dan Pengembangan Bisnis serta AK, Direktur Pemasaran PT. LTB. ‘’Ketiganya sudah ditetapkan sebagai tersangka dalam ekspose perkara yang dilakukan tangga 30 November lalu,’’ tegasnya.

Ia menjelaskan, ketiga tersangka dijerat dengan 2 ayat 1 jo pasal 18 Undang-undang No. 31 tahun 1999 sebagaiman diubah dengan Undang-undang No. 20 tahun 2001, tentang pemberantasan tindak pidana korupsi jo. Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP, primer. Dengan ancaman kurungan minimal 4 tahun dan maksimal 20 tahun.

Dan, pasal 3 jo pasal 18 Undang-undang No. 31 tahun 1999 sebagaiman dirubah dengan Undang-undang No. 20 tahun 2001, tentang pemberantasan tindak pidana korupsi jo. Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP, subsider. Dengan ancaman minimal 1 tahun dan maksimal 10 tahun penjara. ‘’Masing-masing pasal yang disangkakan juga ada hukuman dendanya juga selain hukuman penjara,’’ jelas Feri. (kir)

Disqus Comments Loading...

This website uses cookies.