Gadis Kelainan Mental Hampir Jadi Korban Perkosaan Kakek 75 Tahun di KLU

Mataram (suarantb.com) – Sungguh bejat aksi M, kakek berusia 75 tahun asal Kecamatan Kayangan Kabupaten Lombok Utara (KLU). Ia mencoba melakukan tindak pemerkosaan terhadap seorang gadis kecil berusia 8 tahun, yang tak lain adalah tetangganya sendiri.

Percobaan pemerkosaan ini dijelaskan Koordinator Bidang Advokasi Lembaga Perlindungan Anak (LPA) NTB, Joko Jumadi terjadi pada Rabu lalu, 15 November 2017. Perbuatan asusila M terungkap pasca gadis, yang juga menderita kelainan mental itu mengaku mengalami rasa sakit pada alat kelaminnya.

“Akhirnya anak itu ngaku kalau dia pernah mau diperkosa oleh kakek itu. Tapi tidak sampai terjadi pemerkosaan, karena si kakek sudah ndak ‘kuat’,” jelas Joko, Jumat, 18 November 2017.

M yang ternyata masih kerabat korban diketahui menjalankan aksinya dengan mendatangi tempat gadis tersebut dikurung. Karena kelainan mentalnya, pihak keluarga memang mengurung sang anak untuk mencegah jika terjadi kemungkinan kabur atau mengamuk.

“Saat ditanya dia juga mengaku memang sudah niat mau memperkosa. Karena sudah tahu anak itu dikurung, dia masuk ke sana. Tapi untungnya belum sampai terjadi,” katanya.

Atas perbuatannya tersebut, M yang saat ini ditahan di Polsek Kayangan terancam hukuman lima tahun penjara. Atas tindak pidana perbuatan cabul dan percobaan pemerkosaan.

Hingga Oktober 2017 LPA NTB telah menangani 128 kasus kekerasan pada anak, 76 diantaranya adalah kasus kekerasan seksual. “Dari 76 itu, 71 kasus korbannya anak perempuan dan 5 kasus anak laki-laki yang jadi korban. Tapi jumlah korbannya bisa sampai ratusan. Seperti kasus di Lotim, satu kasus korbannya ada 27 anak,” imbuhnya. (ros)