BPBD Dompu Ungkap Penyebab Banjir

Dompu (Suara NTB) – Banjir bandang yang melanda Kota Dompu dan merendam sekitar 245 rumah warga di sekitar bantaran sungai Silo pasca hujan lebat disertai angin kencang, Sabtu, 4 November 2017 sore. Penyempitan sungai oleh bangunan dan sampah yang dibuang di sungai menjadi pemicu air banjir merendam perumahan warga.

Setidaknya empat lingkugan terdampak cukup parah, yakni Lingkungan Kota Baru, dan Mantro Kelurahan Bada, Kampo Samporo Kelurahan Bali, dan Kampo Sigi Kelurahan Karijawa.

Kendati datangnya tiba – tiba, banjir ini hanya merendam perumahan warga dan tidak menimbulkan korban jiwa. Airnya pun cepat surut, karena sungai Nae yang menampung air dari sungai Silo sudah dinormalisasi hingga ke laut.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Dompu, Drs. Imran M Hasan mengatakan, rata-rata pemukiman terdampak berada di sepanjang bantaran sungai Silo.

“Dampak dari pada banjir ini warga di bataran sungai Silo semua, dan tidak ada korban jiwa,” katanya kepada Suara NTB di ruang kerjanya usai memantau kondisi banjir.

Baca juga:  Pemkot Antisipasi Cuaca Ekstrem

Naiknya air hingga ketinggian dua meter itu dipicu lebatnya hujan di bagian barat Kecamatan Madapangga Kabupaten Bima bersamaan dengan hujan disertai angin kencang di Dompu. Akibatnya, sungai Silo yang belum sama sekali tersentuh program normalisasi tak mampu menapung benjir kiriman itu.

“Ini banjir kiriman dari Bima,” tegasnya.

Empat lingkungan terdampak banjir ini rata-rata tergolong parah. Diantaranya Lingkungan Kota Baru rumah terendam 75 unit, Lingkungan Mantro 50 unit, Kampo Samporo 45 rumah dan Lingkungan Sigi Kelurahan Karijawa terdampak 75 unit rumah.

Selain pengaruh hujan dengan intesitas tinggi dan belum dinormalisasinya sungai Silo, banjir ini kata Imran, disebabkan terjadinya sedimentasi sungai Silo. Termasuk aktifitas pembuangan sampah sembarangan oleh masyarakat setempat.

Baca juga:  Pemkot Antisipasi Cuaca Ekstrem

“Ini akibat masih banyak sedimentasi di sungai Silo karena kita belum lakukan normalisasi. Sebenarnya langkah antisipasi begini ini harus normalisasi, ini juga pengaruh kurang tertibnya masyarakat membuang sampah,” jelasnya.

Imran M Hasan mengatakan, kedatangan banjir yang tak diduga-duga itu memaksa pihaknya menerjunkan semua anggota untuk membantu proses evakuasi barang berharga milik masyarakat.

Saat ini anggota tengah difokuskan menyiapkan logistik, terutama terpal, nasi bungkus dan tenda-tenda penginapan. Terlebih pihaknya sudah mengkoordinasi persoalan ini dengan Dinas Sosial terkait pembagian wilayah penanganan pasca banjir itu.

Sementara itu disinggung soal bencana angin puting beliung yang terjadi beberapa waktu lalu, ia menyebutkan sedikitnya ada 10 rumah warga Kelurahan Doro tangga yang terdampak, rata-rata terjadi kerusakan pada atap dan tergolong ringan.

“Sementara untuk listrik tidak ada yang terganggu, dan untuk logitik malam ini juga akan kita salurkan,” pungkasnya. (jun)