Sempit, Rumah Warga Batu Layar Ini Tampung 28 Pengungsi Gunung Agung

Giri Menang (suarantb.com) – Rumah yang berlokasi di Dusun Melase Kecamatan Batu Layar Lombok Barat, milik Muhammad Saleh terlihat penuh sesak. Anak-anak dan orang dewasa duduk dan berseliweran siang tadi saat suarantb.com datang menyambangi rumah yang disebut-sebut menampung pengungsi erupsi Gunung Agung tersebut, Selasa, 3 Oktober 2017.

Saleh, sang pemilik rumah bercerita bahwa sudah sejak seminggu lalu rumahnya menjadi tempat pengungsian bagi sekitar 28 orang  pengungsi Gunung Agung. Diakui,  mereka adalah kerabatnya yang menetap di Bali, namun datang mengungsi ke Lombok.

Ditanya perihal bagaimana rumahnya bisa menampung begitu banyak orang, Saleh mengaku tak ada pilihan lain. “Ya seadanya, kalau tidur ya mereka tidurnya kayak pindang itu. Mereka sudah di sini sejak seminggu lebih,” katanya.

Lantaran rumahnya tidak muat menampung puluhan orang, Saleh akhirnya meminta izin penggunaan bekas perumahan guru di sebelah rumahnya. Akhirnya, ruangan-ruangan yang tak terawat itu dibersihkan dan digunakan pula oleh para pengungsi.

Mengenai nasib pengungsi ini sendiri, BPBD Lombok Barat melalui Kabid Kedaruratan dan Logistik, Hartono Ahmad menyatakan telah disiapkan tempat pengungsian baru yang lebih luas. “Kamar mandi di sini juga hanya satu, makanya kami sarankan pengungsi di sini untuk pindah ke tempat yang kami sediakan di Fortuna. Di sana lengkap semuanya,” ujarnya di rumah Saleh.

Berbagai bahan kebutuhan pokok dan peralatan sekolah pun telah disalurkan pada para pengungsi. Bantuan berupa family kit, perlengkapan sekolah, beras dan sandang telah diberikan. “Untuk yang sekolah, dari kemarin sudah kita serahkan baju dan tas sekolahnya. Mungkin minggu depan sudah bisa sekolah mereka,” lanjutnya.

Melihat kondisi terkini Gunung Agung yang diketahuinya membaik, salah seorang pengungsi, Lukman mengaku ada sejumlah pengungsi yang berniat untuk kembali ke Bali. Hanya saja ia belum yakin untuk kembali.

“Dulu kampung saya kena lahar juga, karena letaknya dekat sungai walaupun jauhnya 30 kilometer dari Gunung Agung,” cerita warga asal Kampung Ujung Pesisi Desa Tumbu Kecamatan Karangasem ini.

Saleh juga membenarkan, melihat situasi cukup aman sebagian pengungsi tertarik untuk kembali ke Bali. “Jadi mereka ini mau ikut balik, sebagian, ndak semuanya.

Diketahui, jumlah pengungsi bencana Gunung Agung yang tercatat di Lombok Barat berjumlah sekitar 128 orang, yang tersebar di Gerung, Kediri dan Batu Layar. (ros)