Rusak dan Sempit, Perbaikan Jembatan Sekotong Belum Direalisasikan

Giri Menang (Suara NTB) – Ketua DPRD Lombok Barat (Lobar) Hj. Sumiatun mengaku kecewa dengan Pemprov NTB yang belum merealisasikan usulan perbaikan jembatan penghubung satu-satunya di jalur Desa Sekotong Tengah Kecamatan Sekotong. Pasalnya perbaikan jembatan berusia uzur itu telah diusulkan sejak 2016 melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang.

“Langkah sudah kami usulkan melalui Dinas PU, sudah diusulkan tapi belum ada kejelasan direalisasikan ini,” aku Sumiatun  kecewa ketika dikonfirmasi Selasa, 29 Agustus 2017.

Pihaknya menunggu apakah dilaksanakan setelah perbaikan jalur Gerepek atau tidak. Sejauh ini perbaikan jalur Gerepek masih tahap pengerjaan, karena kondisinya butuh diperbaiki. Untuk memperjelas usulan ini, pihaknya akan memanggil Kepala Dinas Pekerjaan Umum.

Pihaknya juga sudah menyampaikan hal ini ke bupati. Menurut informasi bupati bahwa pemda mengusulkan perubahan status jalan kabupaten sepanjang 38 kilometer namun hanya 12 kilometer yang disetujui. Hal ini juga menjadi persoalan.

Terkait pembangunan jembatan ini,  akan diupayakan untuk lobi ke provinsi, karena akses ini masuk provinsi. Jika jembatan ini masuk kewenangan kabupaten, maka cepat bisa ditangani karena sangat urgen. Ia ingin agar

jembatan itu ditambah lebarnya masing-masing 1 meter ke kiri dan ke kanan.

Jembatan ini mengundang keluhan warga. Pasalnya, kondisi jembatan mulai rusak di sejumlah bagian. Selain kondisi bangunan yang mulai rusak, jembatan tua ini juga sangat sempit. Sehingga menyulitkan masyarakat lalu lalang ketika ada kendaraan besar lewat.

Seperti pengakuan, Mahnun, kondisi jembatan sebenarnya sudah tak layak untuk melayani masyarakat semua desa di Kecamatan Sekotong. Pasalnya, melihat bangunannya yang berusia tua dan sempit.

“Sebenarnya jembatan ini tak layak, karena masyarakat yang lalu lalang hampir semua warga Sekotong. Masyarakat mengeluh karena jembatan sempit, khawatir membahayakan warga,” keluhnya.

Dikonfirmasi terkait hal ini, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Lobar, Made Arthadana menyatakan, pembangunan jembatan Sekotong masih dikoordinasikan intensif dengan provinsi dan balai jalan. Ia sedang membicarakan secara detail dengan provinsi sebagai bahan pertimbangan agar jembatan itu segera dibangun.

Ia tak berani memastikan kapan jembatan itu dibangun. Sebab ia terus mematangkan koordinasi dengan provinsi. “Pembangunan jembatan itu tengah kami bicarakan detail dengan provinsi, mudahan bisa di-cover oleh balai jalan,’’ terangnya. (her)