8.203 KK Terdampak Kekeringan di Bima, Donggo Terparah

Bima (Suara NTB) – Sebanyak 8.203 Kepala Kelurga (KK), di Kabupaten Bima terdampak kekeringan tahun 2017. Dari sembilan Kecamatan yang ada, kecamatan Donggo merupakan wilayah terparah.

Plt. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bima, Ir. H. Taufik Rusdi, M.Ap, kepada Suara NTB mengatakan, jumlah tersebut berdasarkan hasil rekapitulasi wilayah di Provinsi NTB yang terdampak kekeringan 2017.

“Untuk Kabupaten Bima ada 8.203 KK atau 24.608 jiwa warga yang tertampak kekeringan 2017, yang tersebar di sembilan Kecamatan dan 42 desa,” katanya Kamis, 10 Agustus 2017.

Baca juga:  Tangani Krisis Air, Hitung Kemampuan Daerah

Diakuinya, angka tersebut bahkan telah ditetapkan oleh Pemerintah pada saat Rapat koordinasi (Rakor) kekeringan dan penangulangan dengan pemerintah Provinsi di Mataram, belum lama ini.

“Ini berdasarkan hasil rekapitulasi wilayah yang terdampak kekeringan 2017 provinsi NTB,” katanya.

Menurutnya, dari sembilan kecamatan tersebut. Tercatat Kecamatan Donggo merupakan wilayah yang cukup parah terkena dampak kekeringan tersebut. Disusul Kecamatan Soromandi dan Madapanga.

Baca juga:  Puncak Kekeringan Ekstrem, BPBD Minim Anggaran dan Armada

Untuk menanggulangi kekeringan tersebut, pihaknya berencana melakukan tindakan dengan mendistribusikan air bersih ke wilayah-wilayah yang terkena dampak kekeringan tersebut. “Rencananya dropping dengan tangki-tangki air secara bertahap,” katanya.

Selain itu, juga melakukan koordinasi dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis terkait, agar mengupayakan membangun sarana dan prasanana air bersih dalam jangka pendek dan dan menengah.

“Upayanya yakni mengebor sumur dalam. Dan hal ini kita dikoordinasikan dengan OPD teknis,” pungkasnya. (uki)