Disindir Massa Demokrat, Selly Enggan Berkomentar

Advertisement

Mataram (suarantb.com) – Nama Kepala Dinas Perdagangan NTB, Hj. Putu Selly Andayani turut disebut-sebut dalam tanggapan Barisan Massa Demokrat NTB atas kritik PDIP terhadap kepemimpinan Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi dan Wakil Gubernur NTB, H. Muh. Amin.

Dimintai tanggapannya mengenai hal ini, melalui pesan singkat Selly menolak untuk berkomentar. “Kenapa PDIP jadi sorotan kok bunda diwawancara,” jawabnya, Kamis, 10 Agustus 2017.

Tak hanya enggan berkomentar, Selly juga tak ambil pusing dengan sindiran yang ditujukan padanya. Bahwasanya kegagalan pencapaian indikator RPJMD juga termasuk akibat kurang optimalnya kinerja kepala SKPD, termasuk Selly.

“Gak apa-apa, silakan mau bicara apa saja,” balasnya.

Ketua Barisan Massa Demokrat NTB, Indra Jaya Usman juga menjabarkan posisi-posisi yang pernah diduduki Selly, yakni sebagai Kepala Biro Ekonomi, Kepala Biro Keuangan, Kepala Dispenda dan terakhir, Kepala Dinas Perdagangan.

“Saat menjabat sebagai Karo Ekonomi, atau juga kurang optimalnya sebagai Karo Keuangan, atau bisa jadi karena Hj. Putu Selly Andayani terlalu santai saat menjabat sebagai Kepala Dinas Pendapatan Daerah. Sehingga kami berharap dalam sisa masa jabatan, semua kepala SKPD bisa bekerja serius dan optimal untuk mencapai target yang diharapkan,” ujarnya.

Ada beberapa tanggapan yang disampaikan Indra, demi menjawab sejumlah kritik yang diutarakan Ketua DPD PDIP NTB, H. Rachmat Hidayat. Pertama, ia menolak jika TGB dianggap gagal sebagai kepala daerah.

“Justru hari ini Presiden Joko Widodo melalui Kementerian Koordinator Ekonomi mengundang khusus TGB untuk berbicara mengenai masa depan pertumbuhan ekonomi dan penanganan kemiskinan di Indonesia Timur. Karena Nusa Tenggara Barat dianggap sebagai provinsi paling berhasil dalam hal tersebut,” jelasnya.

Diundangnya TGB sebagai pembicara ini, dinilai sangat bertolak belakang dengan apa yang menjadi tudingan Ketua DPD PDIP NTB, Rachmat Hidayat.

Mengenai penjualan beberapa aset daerah, seperti aset Pemprov di Lombok Internasional Airport atau BIL dan saham PT Newmont Nusa Tenggara telah mendapat persetujuan DPRD NTB. Justru Indra menyindir Rachmat dengan membuat perbandingan peristiwa penjualan PT. Indosat ke pihak asing yang dilakukan pada masa pemerintahan Presiden Megawati Soekarno Putri.

Tak lupa, Indra juga menyentil para bupati juga yang menjadi bagian dari pemerintah daerah NTB. Untuk bisa bekerja optimal di masing-masing kabupaten/kota, seperti Bupati Sumbawa H.M. Husni Jibril dan Bupati Sumbawa Barat H. W Musyafirin.

Terakhir, Indra menyebut nama Bupati Lotim, H. Ali Bin Dachlan yang akan diusung PDIP sebagai bakal calon gubernur dengan Hj. Putu Selly sebagai wakil gubernur. Menurutnya, kinerja Ali BD juga perlu dipertanyakan, karena Lotim masih tercatat sebagai salah satu kabupaten dengan angka kemiskinan tertinggi di NTB.

Indra menambahkan, seharusnya Ali dan Selly tidak harus menunggu sampai menduduki jabatan NTB 1 dan NTB 2 untuk berbuat optimal untuk kemajuan NTB.

“Seharusnya tidak perlu lagi menunggu untuk memenangkan pasangan Ali BD dan Selly Andayani. Karena kedua tokoh ini sudah bisa berbuat optimal sejak lama hingga saat ini, tanpa harus menunggu menjadi gubernur dan wakil gubernur,” tandasnya. (ros)

Disqus Comments Loading...

This website uses cookies.