Setelah TGB, Massa Demokrat Juga Balas Kritikan PDIP

Advertisement

Mataram (suarantb.com) – Menerima serangan dari PDIP yang mengkritisi kinerja Pemerintah Provinsi NTB, Ketua Barisan Massa Demokrat NTB, Indra Jaya Usman tak tinggal diam. Melalui rilis yang diterima suarantb.com, Indra menyampaikan beberapa tanggapan.

Indra menyampaikan apresiasi atas penilaian terhadap kinerja Gubernur NTB. Namun, tidak semua kritik atau penilaian tersebut menurutnya bisa dianggap benar.

Ada beberapa tanggapan yang disampaikan Indra. Pertama, ia menolak jika TGB dianggap gagal sebagai kepala daerah. “Justru hari ini Presiden Joko Widodo melalui Kementerian Koordinator Ekonomi mengundang khusus TGB untuk berbicara mengenai masa depan pertumbuhan ekonomi dan penanganan kemiskinan di Indonesia Timur. Karena Nusa Tenggara Barat dianggap sebagai provinsi paling berhasil dalam hal tersebut,” terangnya.

Diundangnya TGB sebagai pembicara ini dinilai sangat bertolak belakang dengan apa yang menjadi tudingan Ketua DPD PDIP NTB, Rachmat Hidayat.

Mengenai penjualan beberapa aset daerah, seperti aset pemprov di Lombok Internasional Airport atau BIL dan saham PT Newmont Nusa Tenggara telah mendapat persetujuan DPRD NTB. Justru Indra menyindir Rachmat dengan membuat perbandingan peristiwa penjualan PT. Indosat ke pihak asing.

Tak terima TGB disalahkan atas kegagalan meraih target pada RPJMD, Indra menyampaikan kemungkinan salah satunya disebabkan kurang optimalnya kinerja kepala SKPD. Di sini, ia menyeret nama Hj. Putu Selly Andayani, istri Rachmat Hidayat.

“Saat menjabat sebagai Karo Ekonomi, atau juga kurang optimalnya sebagai Karo Keuangan, atau bisa jadi karena Hj. Putu Selly Andayani terlalu santai saat menjabat sebagai Kepala Dinas Pendapatan Daerah. Sehingga kami berharap dalam sisa masa jabatan, semua kepala SKPD bisa bekerja serius dan optimal untuk mencapai target yang diharapkan,” tudingnya.

Tak lupa, Indra juga menyentil para bupati juga yang menjadi bagian dari pemerintah daerah NTB. Untuk bisa bekerja optimal di masing-masing kabupaten/kota, seperti Bupati Sumbawa H.M. Husni Jibril dan Bupati Sumbawa Barat H. W Musyafirin yang baru terpilih.

Terakhir, Indra menyebut nama Bupati Lotim, H. Ali Bin Dachlan yang akan diusung PDIP sebagai bakal calon gubernur dan akan berpasangan dengan Hj. Putu Selly. Menurutnya, kinerja Ali BD juga perlu dipertanyakan, karena Lotim masih tercatat sebagai salah satu kabupaten dengan angka kemiskinan tertinggi di NTB.

Indra menambahkan, seharusnya Ali dan Selly tidak harus menunggu sampai menduduki jabatan gubernur dan wakil gubernur untuk berbuat optimal untuk kemajuan NTB.

“Seharusnya tidak perlu lagi menunggu untuk memenangkan pasangan Ali BD dan Selly Andayani. Karena kedua tokoh ini sudah bisa berbuat optimal sejak lama hingga saat ini, tanpa harus menunggu menjadi gubernur dan wakil gubernur,” tandasnya. (ros)

Disqus Comments Loading...

This website uses cookies.