Peringatan Harganas Tingkat Kabupaten XXIV 2017

Momentum Upaya Peningkatan Kualitas Keluarga

Sumbawa Besar (Suara NTB) – Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) XXIV Tingkat Kabupaten Tahun 2017 berlangsung Senin, 7 Agustus 2017, di Lapangan Umum Desa Sebewe Kecamatan Moyo Utara. Dihadiri oleh Wakil Bupati Sumbawa berserta Ibu Sofia Novianti Rayes Mahmud Abdullah dan pejabat lainnya termasuk perwakilan dari BKKBN Provinsi. Sebagai momentum dalam upaya menigkatkan kualitas keluarga.

Kepala Dinas P2KBP3A, Drs. H. Ibrahim S. Patawari, menyatakan peringatan Harganas ke XXIV merupakan agenda tahunan yang dilaksanakan secara berjenjang mulai dari Tingkat Nasional, Provinsi hingga Kabupaten. Sebagai momentum yang tepat untuk melakukan refleksi dan evaluasi atas upaya-upaya dalam meningkatkan kualitas keluarga di Kabupaten Sumbawa.

Dengan menumbuhkan kesadaran setiap keluarga agar selalu memperbaiki kualitas keluarga secara berkelanjutan. Kegiatan ini mengambil tema sentral “Melalui Hari Keluarga Nasional Kita Bangun Karakter Bangsa Melalui Keluarga yang Berketahanan, Berdaya Saing, Mandiri dan Berkepribadian”, dengan Motto “Sumbawa Hebat Bermartabat dengan Keluarga yang Berketahanan.

Pelaksanaan Peringatan HARGANAS Tingkat Kabupaten pada tahun ini merupakan yang pertama kali dilaksanakan di kecamatan. Agar peringatan HARGANAS dapat dikenal oleh seluruh masyarakat Kabupaten Sumbawa. Sehingga program pengendalian kependudukan, keluarga berencana, dan pembangunan keluarga tidak semata-mata mengajak pasangan usia subur untuk menjadi peserta KB saja, akan tetapi program KKBPK juga merupakan program yang dikembangkan dalam keluarga untuk menjadi bahagia dan sejahtera yaitu setiap keluarga harus mampu menghayati, memiliki dan berperan dalam delapan fungsi keluarga.

Baca juga:  Kolaborasi Tingkatkan Kesejahteraan dan Kesehatan Keluarga di NTB

Sekretaris BKKBN Provinsi NTB juga banyak menjelaskan prestasi Sumbawa dalam menjuarai program Tingkat Provinsi dan Tingkat Nasional. Harganas merupakan kegiatan yang sangat strategis sekaligus dalam rangka evaluasi sejauh mana program kependudukan dan pemberdayaan keluarga dalam rangka meningkatkan Sumber Daya Manusia. Pendidikan di keluarga adalah yang pertama dan paling utama, oleh sebab itu sejak kehamilan dianjurkan untuk memeriksa kehamilan minimal 4 kali untuk melahirkan manusia yang berkualitas.

Sementara Wakil Bupati Sumbawa dalam sambutannya menyatakan pentingnya penerapan delapan fungsi keluarga dan pembentukan karakter sejak dini. Untuk mewujudkan pelembagaan keluarga kecil, bahagia, dan sejahtera, sebagaimana tema harganas tahun 2017 ini.

Pesan atau tagline yang disampaikan adalah keluarga berketahanan Indonesia mandiri dan sejahtera. pendekatan ketahanan keluarga itu sendiri adalah keluarga berkumpul, keluarga berinteraksi, keluarga berdaya serta keluarga peduli dan berbagi. Melalui tema ini, bisa ditarik benang merah bahwa keluarga memegang peranan sangat penting dalam menyukseskan pembangunan bangsa.

Baca juga:  Kolaborasi Tingkatkan Kesejahteraan dan Kesehatan Keluarga di NTB

Pembangunan keluarga memiliki korelasi positif terhadap kemajuan bangsa. “Dari keluarga lah, langkah awal dilakukan dalam rangka membangun karakter bangsa,” jelas H. Mo, sapaan akrab Wabup.

Delapan fungsi keluarga dimaksud, yakni agama, sosial budaya, fungsi cinta kasih, perlindungan, reproduksi, sosialisasi dan pendidikan, ekonomi, dan pelestarian lingkungan. Dilakukan dalam bentuk pendidikan, pengasuhan, pembiasaan dan keteladanan.

Peringatan ini menjadi momentum bagi setiap keluarga untuk kembali berkumpul bersama keluarganya, berinteraksi dengan keluarganya bercengkrama, bertukar pengalaman secara langsung dengan komunikasi yang berkualitas setelah sibuk dengan segala aktivitas.

Disamping memberdayakan lingkungan di sekitar keluarga. Sebab dengan keluarga berdaya, dapat lebih mengandalkan segala potensi yang ada dalam dirinya, baik berupa keterampilan, olah pikir, dan pengetahuan, sehingga mampu melakukan pengasuhan anak yang baik, melaksanakan delapan fungsi keluarga, meningkatkan pendapatan keluarga, saling berbagi dan peduli dengan keluarga yang lain dan masyarakat di sekitar kita. (arn)