Aan Mansyur: Baca Buku Bisa Cegah Paham Radikal

Mataram (suarantb.com) – Penyair asal Bone, Sulawesi Selatan, Aan Mansyur hari ini, Kamis, 3 Agustus hadir dalam acara Pelibatan Komunitas Seni Budaya dalam Pencegahan Terorisme : Sastra Cinta Damai, Cegah Paham Radikal di Mataram. Di hadapan tamu yang hadir, Aan mengatakan salah satu cara yang bisa dilakukan dalam menangkal paham radikal ialah membaca buku.

Jika ajaran radikalisme akan dilawan dengan seni dan budaya, ia menyebut tak cukup hanya mengandalkan para seniman dan komunitas seni. Sebagai penulis ia juga mengingatkan para guru yang hadir untuk mendorong muridnya banyak membaca. Ia pun memberi contoh mahasiswa yang berhasil melindungi diri dari paham radikal karena suka membaca buku.

“Bawa anak-anak ibu membaca buku-buku yang berbeda, agar mereka juga punya perspektif yang berbeda,” pesan pengarang buku Melihat Api Bekerja ini.

Ia pun mengingatkan agar masyarakat tidak bereaksi berlebihan terhadap terorisme. Reaksi berlebihan seperti ketakutan mendengar kata teroris menurutnya tak diperlukan. Meski dalam banyak video dan berita yang beredar para pelaku terorisme terkesan kejam, rela meledakkan tubuh orang dan kerap menembakkan senjata.

“Apa yang dipertunjukkan memang kejam, orang-orang tercabik tubuhnya seperti di Suriah. Tapi masih jauh lebih banyak yang berbahaya dari senjata,” ujarnya.

Menurut penulis puisi romantis di film AADC 2 ini, potensi dirinya terbunuh akibat aksi terorisme kecil. Begitu pula masyarakat Indonesia. Lebih penting jika masyarakat khawatir akan kematian akibat konsumsi garam, gula dan obesitas. Sebab angka kematian masyarakat Indonesia akibat penyakit tersebut jauh lebih ketimbang terkena aksi terorisme.

Sementara untuk mencegah berkembangnya paham radikal di kalangan pelajar, Aan menyebut itu berkaitan dengan pengajaran di sekolah. Ia menyayangkan, bagaimana para pelajar kurang diajarkan untuk berpikir kritis dalam menilai apa yang terjadi di masyarakat.

“Sejak kecil tidak ada pendidikan yang mengajarkan berpikir kritis. Itu hal yang menyedihkan, itu yang harus ditingkatkan,” katanya. (ros)