Alat Inverter Rusak, Proyek PLTS di Sekotong Mangkrak

Giri Menang (Suara NTB) – Proyek bantuan PLTS komunal sebanyak ratusan titik di sejumlah dusun yang berada di atas pegunungan di Desa Sekotong Tengah Kecamatan Sekotong mangkrak.

Bantuan Kementerian ESDM senilai Rp 2,4 miliar lebih ini tak bisa dimanfaatkan oleh masyarakat sejak setahun terakhir, lantaran alat inverter (alat mengubah arus DC-AC) mengalami kerusakan. Dari tiga alat inverter yang ada, hanya satu yang berfungsi, sedangkan dua unit telah rusak.

Budiman, warga Lebah Suren kepada Suara NTB belum lama ini, mengakui bahwa sejak setahun lalu PLTS di wilayah setempat yang melayani semua warga mati total. Namun warga yang dilayani PLTS tersebar tidak mati.

“PLTS tidak bisa berfungsi (mangkrak), karena alat inverternya rusak dua unit, dari tiga unit yang ada hanya satu yang berfungsi,” jelas Budiman.

Baca juga:  Pemprov Ajak Loteng Bahas Bendungan Mujur

Dijelaskan bantuan PLTS komunal ini jelasnya berasal dari pusat yang dipasang tahun 2015 lalu. Jumlah PLTS yang dipasang 225 unit di tiga dusun di antaranya Dusun Lebah Suren, Loang Batu, Harapan Baru dan Serero. Sebelumnya, tahun 2013 jelasnya PLTS terpusat yang dibangun berkapasitas 15 MW.

PLTS tersebut bisa menerangi rumah 93 KK. Dari 93 KK itu terbagi di Loang Batu 26 KK, sedangkan sisanya lebih banyak di Lebah Suren.

Namun saat ini PLTS itu tidak bisa dimanfaatkan oleh warga, sebab kerusakan ada inverter tersebut. Satu alat itu rusak tahun 2016 lalu, tak lama setelah dipasang. Lalu puasa lalu satu alat rusak lagi, sehingga tersisa hanya satu alat yang berfungsi.

Baca juga:  Pemerintah akan Bangun Guest House dan Homestay Tahun Depan

Pihaknya sudah melaporkan kerusakan ini ke dinas terkait (saat itu masih Distamben Lobar). Pihak terkait pun menjanjikan segera mengganti, namun hingga kewenangan dialihkan ke ke provinsi tidak ada kabar. “Kami harap segera diganti,” harapnya.

Sementara itu, staf pada Ketenagalistrikan pada Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral NTB Provinsi Sobri mengakui kalau alat inverter PLTS di daerah itu rusak. Pihaknya sudah mengusulkan sejak setahun lalu, baik ke provinsi dan pusat, kemungkinan bisa diprogramkan tahun 2018 di provinsi. Pengusulan dilengkapi dengan foto kondisi alat itu. “Sudah masuk usulan, sudah masuk planning provinsi,” jelasnya. (her)